fbpx

Gempa Lombok, MAI dan Bank Mandiri Mataram Sinergi Kirim Bantuan

 

gempa lombok

 

MAINews, Lombok – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitude 6,4 SR yang mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu, (29/7/2018), pukul 06.47 WITA menyebabkan  15 korban jiwa, ratusan orang terluka, ribuan orang mengungsi serta kerusakan fisik. Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG menghimbau agar ribuan warga terdampak untuk tetap waspada. Gempa susulan dengan SR lebih kecil akan terus menyusul.

Berkaitan dengan hal itu, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation menggandeng Bank Mandiri Mataram mengadakan aksi sosial. Sejak 2 (dua) hari yang lalu, (30/7/2018), tim telah menyalurkan bantuan berupa 300 nasi bungkus di Dusun Lendang Mamben dan Desa Obel-obel. Selain itu, tim juga menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 2 tangki di Dusun Lendang Mamben di Lombok Utara dan Desa Belanting di Lombok Timur.

“Sementara ini, yang kami sasar adalah wilayah yang masih minim bantuan seperti di wilayah Lombok Utara seperti di Dusun Lendang Mamben dan Dusun Teres Genit,” ungkap Alan dari Serikat Pekerja Bank  Mandiri (SPBM) Mataram.

Menurut Alan, minimnya bantuan yang diberikan dikarenakan karena bantuan terpusat di daerah Sembalun. Bahkan untuk wilayah Obel-obel yang terletak di daerah pesisir dan tidak ada signal, bantuan yang diberikan pun masih minim.

“Hari ini, Rabu, (1/8/2018), rencananya kami akan menyalurkan lagi bantuan air bersih dan beberapa keperluan makanan,” ungkap Alan.

Korban terdampak gempa masih banyak yang mengungsi. Banyak dari mereka yang kehilangan tempat tinggal atau yang rumahnya retak. Dengan bantuan yang telah diberikan, kata Alan, terasa sekali rasa syukur masyarakat yang menerima bantuan terutama di dua hari setelah kejadian bencana gempa.

Bencana gempa berdampak sangat luas yakni meliputi Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat.

“Semoga bencana ini segera berakhir karena sampai kemarin masih tetap ada gempa susulan walau tidak terlalu besar dan yang penting adalah pasca pemulihan keadaan setelah kejadian dan trauma healing bagi anak-anak yang trauma,” pungkas Alan. (MAIFoundation/Riana)

 

 

 

 

 

 

 

RELATED ARTIKEL