Unit Respon MAI untuk Korban Banjir Patia dan Gempa di Lebak

Unit respon mai

 

MAINews, Banten – Unit Respon Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation mengadakan aksi sosial untuk warga terdampak banjir di Kampung Cilitan, Desa Patia, Kec. Pagelaran, Kab. Pandeglang, pada Sabtu, (10/2/2018).

Curah hujan tinggi menyebabkan area pertanian banyak yang terendam hingga mencapai 1,7 meter. Dampaknya, para petani banyak yang gagal panen. Letaknya yang jauh dari jalan raya menyebabkan daerah tersebut belum disentuh bantuan. Untuk menuju lokasi, Tim Unit Respon MAI harus melalui jalan yang sempit dan berlumpur.

Salah satu warga yang menerima bantuan adalah Taha. Ketika itu, Taha hendak menyelamatkan cucunya. Namun pada saat  bersamaan, rumahnya tiba-tiba roboh. Taha yang sudah renta itu tertimpa potongan kayu dengan luka di kepala dan kakinya. Di Desa Patia ini, Unit Respon MAI memberikan 300 paket sembako untuk korban banjur.

Pada hari yang sama, Unit Respon MAI melanjutkan perjalanan. Gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang terjadi di Lebak, Banten menyebabkan beberapa fasilitas umum roboh. Salah satunya adalah MI Daar El Jannah yang berlokasi di Kampung Situmekar, Desa Cikotok, Kec. Cibeber, Kab. Lebak.

Sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 90 anak itu kini tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar lagi karena posisi atap yang sudah roboh. Jika dilihat dari luar, atap genting sebagian terlihat masih utuh akan tetapi sebenarnya posisi  genting sudah merosot dari posisi sebenarnya. Bahkan, dinding sekolah retak. Mereka terpaksa menumpang di rumah kepala sekolah dan di mushola terdekat. Untuk itu, MAI memberikan bantuan untuk renovasi atap sekolah dan melakukan proses pengecatan. Tim Unit Respon MAI juga bertemu dengan Nur (75), seorang wanita jompo dan cucunya yang setengah rumahnya rata dengan tanah.

Lokasi terakhir yang ditemui adalah di Kp. Cihara, Desa Cihara, Lebak-Banten. Di sini tim MAI melakukan survei untuk melihat rumah seorang nenek jomblo bernama Mursanah (71) yang akan direhab.

RELATED ARTIKEL