Sabar Menjadi Kunci Penghapus Dosa

                                                                  Sumber: https://www.hijaz.id/

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, baik secara sengaja atau tidak sengaja, namun sebagai manusia yang baik sebaiknya kita segera memperbaiki kesalahan itu agar tidak terulang lagi bahkan sebaiknya kita melakukan sesuatu agar kesalahan itu dapat hilang. Dalam Islam konsekuensi dari adanya kesalahan yang telah diperbuat adalah sebuah dosa, dosa dapat menghambat kebaikan datang dan dapat mempersulit kehidupan. Agar kehidupan kita menjadi mudah maka dalam Islam kita dianjurkan untuk memohon ampun agar dosa yang telah kita perbuat dapat dihapuskan.

Banyak sekali cara agar dosa dapat dihapuskan, mulai dari berbuat baik pada diri sendiri maupun berbuat baik pada orang lain. Ada suatu kebaikan yang mampu merangkap kebaikan menjadi satu, baik kebaikan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Kebaikan itupun dapat menghapus dosa kita. Kebaikan itu adalah sabar. Sabar adalah kebaikan yang mampu memberikan efek kebaikan kepada diri sendiri dan orang lain.

Efek positif dari sabar untuk diri sendiri adalah mampu menghapus dosa kita, membuat diri kita lebih bersyukur, menjadikan tubuh kita lebih sehat karena terhindari dari bahaya stress.Bagi orang lain sabar mampu memberikan efek positif seperti menjadikan orang lain lebih menyayangi kita, bersikap ramah, dan menilai diri kita orang baik dan bijaksana. Dengan adanya kepastian manusia untuk melakukan kesalahan dan berakibat adanya dosa, maka sebuah kepastian harus adanya sabar di dalam hidup kita agar dosa-dosa kita dapat diampuni oleh Allah swt.

Sebagaimana dalam hadits di jelaskan bahwa sabar menjadi kunci penghapus dosa: “Dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW berdiri dan berkhutbah. Setelah memuji Allah, beliau menyebutkan bahwa tidak meninggalkan sesuatu yang lebih baik daripada jihad kecuali perkara-perkara yang wajib. Tiba-tiba, seorang laki-laki berdiri seraya berkata “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda mengenai orang yang terbunuh di jalan Allah, apakah itu akan meghapuskan kesalahan-kesalahannya? Rasulullah bersabda “Ya, jika Dia terbunuh dalam keadaan bersabar, mengharap pahala dan maju tanpa mundur kecuali jika dia memiliki hutang. Sesungguhnya, dia akan dihukum karena hutang tersebut, sebagaimana yang dikatakan Jibril kepadaku.”(HR Ad Darimi, 2035).

Berdasarkan hal ini, maka jelas bagi kita bahwa letak sabar di dalam Islam sangat penting. Sabar menjadi kunci dapat terhapusnya dosa seseorang. Dalam hadits tersebut dijelaskan walaupun seseorang meninggalkan dunia ini dengan cara jihad namun tetap harus ada sabar dalam hati seorang muslim. Perlu kita kuatkan agar mampu memiliki sifat sabar dalam kehidupan kita, karena tanpa sabar amalan perbuatan yang sangat tinggipun akan sia-sia. Seseorang yang terbunuh dalam keadaan jihadpun hanya akan dihapuskan dosanya, jika terbunuh dalam keadaan bersabar. Apalagi kita yang masih belum tahu akan meningglkan dunia ini dengan cara seperti apa.

Sabar memang mudah sekali kita ucapkan, namun terkadang sangat sulit untuk dapat kita lakukan. Namun tidak ada yang tidak mungkin kalau memang kita berkeinginan keras untuk mampu memiliki sifat sabar di dalam kehidupan kita. Karena bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, Allah katakana “Kun” maka jadilah dan Allah pasti menjawab do’a-do’a kita walaupun dengan berbagai teknik berbeda dalam menjawabnya. Maka berdo’alah kepada Allah, mintalah agar kita dapat memiliki sifat sabar agar kita dapat mendapatkan dosa-dosa kita terhapuskan oleh kesabaran kita.

Konsekuensi dari menumpuknya dosa adalah beratnya timbangan keburukan dan hal ini menandakan potensi besar untuk hidup di Neraka. Pasti kita semua tidak mau menghabiskan hidup kekal kita di Neraka, maka marilah kita mencicil sedikit demi sedikit penghapusan dosa kita agar timbangan keburukan tidak terlalu berat. Alangkah lebih baik jika timbangan kebaikanlah yang lebih berat karena hal ini akan mengantarkan kita pada kehidupan kekal yang sangat indah di Syurga-Nya.

Pasti semua orang menginginkan melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan, namun dalam praktek real kehidupan banyak manusia yang tanpa sadar bahkan secara sadar melakukan keburukan dalam kehidupannya dan akibatnya adalah munculnya dosa dalam dirinya. Untuk menyelesaikan hal ini, maka kita perlu berupaya menghapus dosa-dosa kita agar dosa-dosa kita tidak menumpuk dan membuat kita masuk Neraka. Maka, marilah kita mengupayakan semampu kita agar dapat memiliki sifat sabar karena sabar adalah kunci penghapus dosa. (yas/hal).

RELATED ARTIKEL