Memanfaatkan Nikmat Usia

Allah menciptakan manusia di muka bumi agar beribadah kepada-Nya. Bentuk dari pertanggungjawaban dari penciptaan manusia itu, maka Allah memberikan jatah usia yang berbeda-beda bagi setiap orangnya. Ini adalah bentuk keadilan Allah, agar setiap orang bisa fokus memilih jalannya, apakah memilih jalan yang lurus atau jalan yang menyimpang.

Rasulullah bersabda, “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi).

Hadits diatas menyatakan bahwa Allah akan menanyakan lima perkara utama kepada manusia di hari akhir nanti. Dua diantaranya ialah tentang umur, yakni umur manusia untuk apa dia habiskan dan usia muda untuk apa ia gunakan. Dengan begitu, dapat dipahami bahwa kita akan mempertanggungjawabkan waktu pakai terhadap jasad kita selama hidup di dunia.

Dengan jatah usia yang terbatas, maka cara terbaik bagi seorang hamba dalam memanfaatkan usia adalah dengan memperbanyak amal shaleh. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan agar nikmat usia lebih berkah dan produktif.

1. Memperbanyak Interaksi dengan Al-Quran

Al-Quran adalah pedoman bagi umat Islam dan merupakan mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Rasulullah. Selain itu, orang yang membacanya akan mendapatkan pahala. Dengan belajar dan mengkaji Al-Quran, dapat dipastikan usia seorang hamba akan menjadi produktif. Sebab membaca setiap hurufnya saja Allah ganti dengan pahala, belum lagi jika ayat-ayat Al-Quran ini diterapkan dalam kehidupan nyata.

Rasulullah bersabda mengenani keutamaan Al-Quran, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim). Dari hadits ini kita mengetahui bahwa Al-Quran akan menjadi penolong bagi pembacanya di hari akhir nanti.

2. Memperdalam Ilmu Agama

Pada dasarnya Rasulullah menganjurkan memperdalam ilmu apa saja. Namun belajar ilmu agama lebih diutamakan sebab itulah yang akan menjadi dasar bagi seorang manusia sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah. Sebab bagaimana mungkin seorang hamba bisa merasa dekat pada Allah saat dia sangat kurang interaksinya pada ilmu tentang tauhid dan ibadah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu pada-Nya. Allah akan memudahkan jalan baginya menuju Surga.” (HR Muslim). Dengan belajar ilmu agama, waktu akan termanfaatkan dengan baik. Selain itu hati akan menjadi tentram sebab kita memiliki arah hidup yang jelas dalam mengejar keridhoan-Nya.

3. Terlibat dalam Aktivitas Sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan orang lainnya dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Maka dengan itu, interaksi antar sesama manusia menjadi sebuah realita. Jika seseorang berbuat baik pada sesamanya, orang lain pun akan melakukan hal yang sama kepadanya. Dalam Islam, manusia dianjurkan melaksanakan banyak amal kebajikan sehingga waktu yang diberikan Allah kepadanya dapat termanfaatkan dengan baik.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaikbaik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad). Dari hadits ini secara implisit kita dapat memahami bahwa menjadi manusia yang baik bisa dilakukan dengan memberikan kontribusi dan manfaat nyata bagi lingkungan. Manfaat itu tidak terbatas berupa harta saja, namun juga dalam perkara membagikan ilmu, atau sekedar melakukan gotong-royong di lingkungannya.

Demikianlah beberapa langkah yang dapat dilakukan agar usia yang diberikan Allah pada kita dapat dimaksimalkan dengan amal kebajikan. Wallahu a’lam bish-shawab. (zil/hal).

RELATED ARTIKEL