MAI Tanggap Banjir Pekalongan

Pemberian Sembako Kepada Warga Terdampak Banjir

MAINews Pekalongan Banjir melanda sejumlah wilayah di Pekalongan, Jawa Tengah. Kepala Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Abdul Hadi melaporkan debit air sungai di Pekalongan meluap. Akibatnya sejumlah pemukiman mulai tergenang.

“Banjir yang terjadi diakibatkan adanya rob air laut, pendangkalan sungai, penurunan lapisan yang disebabkan konsumsi air tanah setiap tahun nya 30cm dan curah hujan yg lebat” terang Abdul Hadi.

Merespons hal itu, Jum’at (1/2/2019), sejumlah personel Mandiri Amal Insani diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga. Warga pun diungsikan ke sejumlah tempat seperti Gor Jetayu, kantor kelurahan, masjid dan musala. Team MAI Foundation dan team relawan Cabang Bank Mandiri Pekalonghan bekerjasama dengan BNPB wilayah Pekalongan Menyusuri lokasi titik korban banjir yang masih tergenang air sedalam 50 cm dari kampung ke kampung. Beberapa warga pun memilih mengungsi ke rumah kerabat di wilayah yang tidak terdampak.

Selama banjir warga yg terdampak mengungsi di beberapa posko dan rumah warga yang  tidak terkena banjir dan beraktifitas seperti biasanya dengan menggunakan sepatu boot dan telanjang kaki. Warga mengeluhkan kesehatan anak-anak yang mulai demam karena kondisi banjir yang belum surut selama lebih dari 1 minggu.

MAI Foundation juga telah menyalurkan bantuan bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya kepada masyarakat. “Mandiri Amal Insani Foundation menyalurkan bantuan bahan pangan, obat-obatan, selimut, alat ibadah serta rehabilitasi masjid. Sebanyak 186 Kepala Keluarga atau + 558 Jiwa telah menerima bantuan tersebut” Kata Hadi saat diwawancarai.

Adapun bantuan diberikan kepada beberapa keluarga terdampak banjir yang ada di Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, serta Kabupaten Pekalongan.

BNPB melaporkan, setidaknya 19 kelurahan yang tersebar di Kecamatan Kedungwuni, Kecamatan Tirto, Kecamatan Buaran, dan Kecamatan Wonokerto terdampak banjir. Selain itu, banjir juga membuat sejumlah fasilitas rusak. “Parapet Sungai Meduri roboh sepanjang 15 meter lokasi di Karangjompo,” tulis BNPB di halaman resmi media sosial Facebook pukul 21.15 WIB.

Ia menambahkan, korban banjir menbutuhkan bantuan berupa bahan pangan, obat-obatan, selimut dan mukena. “Lewat Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, kami ingin membantu dan meringankan beban korban bencana di seluruh Indonesia,” tambahnya. (hal)

RELATED ARTIKEL