MAI Foundation Berbagi Dengan Para Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong

 pekerja migran indonesia, pmi berbagi

MAINews, Hong Kong – Sakit adalah sesuatu yang kedatangannya tidak kita inginkan. Apalagi jika kita berada di negera perantauan. Selain tanpa sanak keluarga, kepedulian TKI lain sungguh diharapkan. Untuk itu, selain melakukan workshop untuk Purna TKI di Ponorogo, tak ketinggalan, masih dalam rangka perayaan Milad ketiga, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation mengajak Pekerja Migran Indonesia Berbagi, Sabtu-Minggu, (7-8/10/2017). Program tersebut diperuntukkan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong yang sedang menderita sakit.

Ditemui oleh Tim Relawan MAI Foundation Hong Kong di Rumah Sakit Tseung Kwan O, kondisi Hartini masih terbaring lemah bahkan mengalami stroke. Wanita asal Ngawi yang masuk rumah sakit sejak Februari 2017 itu menderita pendarahan di otak yang menyebabkan batok kepala sebelah kiri harus diangkat.

Masih di rumah sakit yang sama, mereka juga menemui Lilik dari Banyuwangi yang menderita sakit infeksi usus. Pola makan tidak sehat (prediksi karena kebanyakan makan mie instant) menyebabkan wanita tersebut harus mendapati perawatan intensif. Lalu ada Siti Alfiah (39 tahun) asal Kendal yang sudah seminggu dirawat karena penyakit kaki/persendian bengkak.

Cerita memilukan tentang BMI Hong Kong yang sedang berjuang agar bertahan dari penyakitnya tak berakhir sampai di sini. Menjelang sore, Tim Relawan MAI Foundation menemui Winarsih Satuman. Wanita yang merupakan salah satu aktivis di Mandiri Sahabatku terkena kanker Rahim stadium 2. Kendati telah melakukan operasi sejak sebulan yang lalu, saat ini ia tengah melakukan kemoterapi di Rumah Sakit Wales, City One.

Dini, BMI asal Indramayu yang baru bekerja 6 bulan harus menerima pil pahit kenyataan. Ketika penyakit maag dan plem (lendir) menyerangnya, setelah keluar dari rumah sakit, majikan yang menaunginya tidak menjemputnya. Naasnya, bagai jatuh tertimpa tangga. Dini bahkan disuruh tinggal di luar hingga sehat. Atas perlakuan majikannya itu, Dini sudah menyiapkan surat 1 month notice yang akan ia gunakan untuk resign dari pekerjaannya itu.

Melihat kondisi teman BMI di Hong Kong, Relawan MAI Foundation HK, Endang, merasa sangat sedih dan turut prihatin.

“Saat saya jenguk ibu yang stress berat (Hartini-red), saya gak bisa lama-lama, udah mau mewek saja rasanya. Gak kebanyang andai itu terjadi sama saya. Naudzubillah jangan sampe. Udah sendirian, jauh dari keluarga, gak ada yang nengokin. Semoga cepat sembuh,” ungkapnya via WhatsApp, Selasa, (10/10/2017).

Endang mewakili Tim Relawan MAI Foundation di Hong Kong sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Bahkan, ia berkomitmen akan berkontribusi kembali jika MAI Foundation mengadakan kegiatan positif lainnya.

“Senang bisa jenguk teman BMI. Setidaknya, kita akan lebih bersyukur karena telah diberi nikmat sehat. Saya berharap kegiatan semacam ini akan terus berkelanjutan,” ketiknya lagi. (MAIFoundation/Riana)

 

 

RELATED ARTIKEL