Kita Lahir Tidak Bisa Apa-apa, Begitu pun Saat Mati

Kita Lahir Tidak Bisa Apa-apa, Begitu pun Saat Mati

Oleh: Dr. M. Yusuf Siddik, MA

 

Allah SWT berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (QS.An-Nahl: 78)

Pernahkah kita menyadari, bahwa Allah ciptakan kita bermula dari sosok bayi yang lemah, tidak mampu apa-apa, bergantung kepada orang lain, bahkan kita tidak tahu, siapa yang membantu persalinan kita, sebagaimana kita tidak tahu siapa yang akan memasukkan kita ke liang lahat saat kita meninggal.

Saat lahir, kita keluar dari ruang yang sangat sempit dan gelap (rahim), dan saat matipun kita akan dikembalikan ke ruang yang sangat sempit dan gelap.

Ketika lahir kita dibersihkan dan dimandikan, begitupun saat kita mati pun kita dibersihkan dan dimandikan.

Untuk itu, mari kita dekatkan diri kita kepada Allah, karena ternyata kita selalu bergantung pada-Nya.

Dialah Allah yang menentukan saat kita lahir, kapan, di mana, dengan cara apa, dan siapa yang membantu kita, dan Dia juga yang menentukan saat kita mati, kapan, dimana, dengan cara apa dan siapa yang akan membantu kita.

Kita tak lebih dari sekedar makhluk Allah yang selalu bergantung kepadanya, tidak hanya saat lahir, bahkan setelah dewasa, kita masih berharap rizki, bantuan, pertolongan, pembelaan, keberuntungan dll dari Allah, bahkan saat meninggal pun, kita hanya pasrah pada kehendak Allah SWT.

Kehidupan dunia tak seberapa dibanding lamanya kehidupan di alam barzakh, di mana kita berada dalam ruang sempit, gelap dan dihimpit tanah, sebagaimana saat kita dalam rahim, gelap, sempit, bahkan selonjoran pun tidak mampu.

Kehidupan di alam barzakh bukan sebentar, bahkan bisa berkali-kali lipat dibanding kehidupan dunia. Nabi Adam dan para Nabi-nabi yang lain, masih berada dalam kubur hingga saat ini, padahal kematian mereka telah berlalu ribuan tahun.

Akan sangat tersiksa, jika selama itu kita lalui dengan siksaan. Kita hanya berharap, yang hidup selalu mendoakan kita, karena doa mereka jelas-jelas bermanfaat untuk orang yang telah wafat.

Untuk itu, tingkatkan ibadah kita kepada Allah dan perbaiki hubungan kita dengan sesama. Allah SWT yang memiliki hak mengampuni dosa kita, dan manusia, terutama keluarga yang berhak memaafkan kesalahan kita serta mendoakan kita.

Semoga bermanfaat

Barakallaah fiikum

RELATED ARTIKEL