Cara MAI Foundation Memperingati Hari Pahlawan

Hari Pahlawan

Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia selalu memperingati hari tersebut dengan Hari Pahlawan. Mengapa disebut sebagai Hari Pahlawan?

Karena pada saat itu, terjadi sebuah pertempuran hebat. Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dengan pasukan Britania Raya. Pertempuran yang terjadi pertama kali setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu menjadi satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia dan menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. Dalam perang tersebut, setidaknya 6.000 – 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.

Tiap tahun, pada tanggal 10 November menjadi satu refleksi untuk mengenang jasa-jasa besar pahlawan Indonesia yang dengan ikhlas mengorbankan segenap jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, serta merdeka dari penindasan kolonial. Mereka tanpa takut, berjuang dengan menggunakan bambu runcing menghadapi persenjataan lawan yang jauh lebih maju. Kucuran darah menggenang di jalanan, beribu keluarga ditinggalkan demi Indonesia. Mereka pantas disebut pahlawan.

Di masa kini, ketika kemerdekaan telah kita cecap selama 72 tahun, apa yang telah kita persembahkan dalam rangka menjaga kemerdekaan yang telah susah payah pahlawan perjuangkan untuk anak cucunya?

Refleksi menjadi satu perenungan besar atas sejauh mana kita sebagai rakyat Indonesia mampu menjadi bagian dalam proses pembangunan bangsa Indonesia menuju arah masa depan yang lebih baik, menjadi generasi yang akan memakmurkan bangsa Indonesia. Perlu kita ketahui bersama, bahwa kemerdekaan yang hakiki sebenarnya belum bisa dirasakan rakyat Indonesia. Terbukti, jutaan rakyat Indonesia yang masih terbelenggu kemiskinan, banyaknya anak-anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena biayanya yang tidak terjangkau, banyaknya pengangguran karena sulitnya lapangan pekerjaan di Indonesia, buruh tani yang dirampas tanahnya, buruh dengan gaji rendah, belum lagi KKN yang merajalela di Bumi Pertiwi.

Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation hadir di tengah-tengah kepikukkan masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia. Dengan 5 (lima) bina yang meliputi Bina Ilmu, Bina Sosial, Bina Fisik, Bina Ekonomi dan Bina Kesehatan, MAI Foundation berusaha menjadi bagian yang akan meneruskan semangat perjuangan pahlawan terdahulu untuk menjaga dan memakmurkan bangsa Indonesia.

Sebut saja MI Al Bayan Mandiri di Desa Pamijahan atau MI Al Ma’arif di Desa Kenalan di Bina Ilmu, MAI Foundation membantu anak Indonesia agar bisa mengenyam pendidikan tuntas dan berkualitas. Tak hanya bantuan fisik, MAI juga memberdayakan guru-guru agar berkualitas dan mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin canggih. Dengan program tersebut, diharapkan akan lahir kader-kader penerus bangsa yang jujur, amanah, dan mampu menjaga bangsa Indonesia dari tangan penjajah-penjajah berwujud baru.

Masih ada lagi Pemberdayaan Kepiting Soka di Brebes, Pemberdayaan Kerang Hijau di Banten, dan Pemberdayaan Sentra Ternak di Ponorogo, ketiganya merupakan serentetan dari program-program yang telah MAI Foundation lakukan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia. Tujuannya adalah agar penghasilan mereka meningkat. Dengan kata lain, ketika taraf hidup meningkat, maka kebutuhan lain seperti biaya sekolah, biaya kesehatan dan biaya hidup akan tercukupi.

Perlahan namun pasti, sesuai visi misi serta rencana strategis yang telah dicanangkan, dengan membawa semangat para pahlawan, MAI Foundation akan turut serta mewujudkan mimpi-mimpi rakyat Indonesia.

SELAMAT HARI PAHLAWAN

 

 

RELATED ARTIKEL