Benarkah Perbuatan Maksiat di Bulan Ramadhan Dosanya Dilipatgandakan?

Setiap perbuatan kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan, pahalanya akan dilipatgandakan, lalu bagaimana dengan maksiat yang dilakukan di bulan mulia ini? Apakah dosanya pun berlipatganda?

Dalam Syarhul Mumthi’ (7: 262),
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berkata, “Kebaikan bisa berlipat, dosa pun demikian dilihat dari tempat dan waktu.

Misalnya orang yang menyengaja berbuat dosa zina, di bulan Ramadhan pula, atau dilakukan di tempat yang suci, misalkan rumah ibadah, kota suci Mekkah dan Madinah, berarti pelakunya akan mendapatkan hukuman dosa yang berat.

Akan tetapi yang perlu diketahui, kebaikan itu berlipat dilihat dari kammiyah (kuantitas atau jumlah) dan kayfiyah (kualitas). Namun untuk dosa… berlipat-lipat dilihat dari kayfiyah (kualitasnya) saja, bukan kammiyah. Jadi bukan jumlah dosanya yang berkali lipat lebih banyak, tapi siksanya yang lebih berat.

Berdasarkan firman Allah:
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-An’am: 160)

Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa Allah akan membiarkan pelaku kezaliman merasakan azab yang pedih. Bukan dilipatgandakan dosanya berupa kuantitas yang lebih banyak, akan tetapi bentuk pembalasannya yang lebih berat.
Dan siapa yang bermaksud di dalamnya (kota Mekkah) melakukan kejahatan secara zalim, maka akan Kami rasakan padanya sebagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)

Oleh sebab itu, jangan sampai kita menyengaja melakukan perbuatan maksiat di bulan suci mulia ini.

Jika baru berupa lintasan niat buruk, selama tidak kita lakukan in syaa Allah masih baik-baik saja. Belum tercatat sebagai dosa.

“Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kejelekan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak.” (HR. Ahmad, 2881, Bukhari 6491 dan Muslim 130) (SH)

Sumber: rumaysho, konsultasisyariah

RELATED ARTIKEL