Foto: Bingkai Sepekan: Pilu Aceh-Sumut-Sumbar Dikepung Banjir dan Longsor
(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Di Aceh saja, tercatat sekitar 218.000 jiwa mengungsi dan bertahan di tenda-tenda darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas.2 Sementara di Sumatera Utara, lebih dari 41.000 penduduk terpaksa meninggalkan rumah akibat banjir dan tanah longsor yang menutup akses jalan dan merusak ribuan rumah.3 Di Sumatera Barat, sekolah-sekolah berubah menjadi lokasi pengungsian, dan anak-anak belajar di ruang darurat yang serba terbatas.4
Di Balik Angka-Angka, Ada Air Mata yang Nyata
Statistik sering tampak dingin, namun di baliknya terdapat kisah manusia yang sangat rapuh. Bayangkan seorang ibu di Aceh yang semalaman tidak tidur, memeluk dua anaknya di dalam tenda yang bocor. Selimut tipis menjadi satu-satunya pelindung dari angin malam yang menusuk. Rumah yang ia bangun selama belasan tahun hilang dalam sekejap.
Antara Mereka yang Kehilangan dan Kita yang Masih Punya Rumah
Di saat ribuan keluarga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terpaksa tidur di lantai tenda yang dingin, kita masih bisa memejamkan mata di atas kasur yang hangat. Kita masih bisa memilih apa yang hendak dimakan hari ini, masih bisa meneguk air bersih dari keran tanpa berpikir dua kali, masih bisa membuka pintu rumah dan merasakan keamanan yang selama ini kita anggap biasa.
Sesungguhnya, semua itu bukan sekadar kenyamanan melainkan sebuah amanah.
Amanah bahwa keselamatan yang Allah titipkan kepada kita hari ini adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari pertolongan-Nya bagi orang lain. Sebab jika Allah menghendaki, posisi kita dan mereka bisa saja bertukar tanpa perlu menunggu waktu lama.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Hadis ini seperti cermin bagi hati, mengajak kita melihat bahwa nilai seseorang tidak diukur dari apa yang dimilikinya, melainkan dari apa yang ia berikan.
Jika Tak Bisa Hadir dengan Tenaga, Hadirlah dengan Dana
Tidak semua orang bisa menerobos lumpur bersama tim SAR.
Tidak semua mampu mengangkat logistik dalam kondisi angin kencang.
Tidak semua dapat berada di lokasi bencana untuk menguatkan para penyintas.
Namun hampir semua dari kita masih memiliki kemampuan untuk berbagi sebagian rezeki, sekecil apa pun itu.
Dan saat ini, kebutuhan mereka sangat nyata:
- Makanan siap saji untuk ibu hamil, bayi, dan lansia yang belum makan sejak pagi.
- Air bersih, karena banyak sumur terkontaminasi lumpur.
- Selimut, pakaian kering, dan alas tidur, agar malam-malam dingin tidak menjadi ancaman baru.
- Obat-obatan dan layanan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang mulai terserang batuk, demam, dan infeksi kulit.
- Tenda tambahan, karena ribuan orang masih berdesakan di lokasi pengungsian.
Ketika kita berdonasi, sebenarnya kita sedang membisikkan pesan sederhana kepada mereka: “Kalian tidak sendirian. Ada saudara-saudara yang peduli.”
Sebagian orang mungkin menganggap donasinya kecil dan tak berarti.
Padahal, bagi seseorang di tenda pengungsian, bantuan itu bisa menjadi:
- sepiring makan siang,
- selembar selimut yang menyelamatkan anaknya dari hipotermia,
- atau segelas air bersih yang mencegah penyakit.
Terkadang, yang kecil bagi kita adalah segala-galanya bagi mereka.
Saat Sumatra Menjerit, Indonesia Menjawab
Bencana di Sumatra bukan hanya luka daerah itu saja melainkan luka seluruh bangsa.
Dan bangsa yang besar bukan diukur dari gedung-gedungnya, melainkan dari besar hati penduduknya.
Jika kaki kita belum dapat melangkah ke lokasi bencana,
maka biarkan dana kita yang melangkah lebih dulu.
Jika tangan kita belum dapat meraih bahu mereka,
maka biarkan sedekah kita menjadi pelukan dari kejauhan.
Setiap rupiah yang kita sisihkan adalah cahaya kecil yang, ketika dikumpulkan, berubah menjadi mercusuar harapan bagi mereka yang sedang berjuang bertahan hidup.
Berapa pun yang kita berikan,
akan selalu berarti bagi mereka yang telah kehilangan segalanya.
Donasi Bencana Sumatera melalui nomor rekening: Bank Mandiri 070-000-000203-5 a.n Mandiri Amal Insani atau melalui https://maiberbagi.or.id/campaign/banjir-bandang-sumatra-utara/
Penulis: QodratSQ
Catatan Kaki
- BNPB, “Laporan Banjir dan Longsor Sumatra 2025,” diakses 30 November 2025.
- Ibid.
- Ibid.
- Kemendikbud, “Dampak Bencana terhadap Fasilitas Pendidikan di Sumatra Barat,” 2025.
- HR. Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Awsath, no. 5787.


Mandiri Amal Insani
MAI_Foundation
MAI_Foundation
Mandiri Amal Insani Official