MAI News – Banyumas, 6 Januari 2026. Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan petani gula kelapa berbasis zakat produktif yang dilaksanakan di Desa Pageraji, Kabupaten Banyumas. Program ini dinilai berhasil mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus menjadi model pemanfaatan zakat yang berkelanjutan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa praktik pemberdayaan di Desa Pageraji merupakan contoh konkret bagaimana desa dapat berkembang tanpa harus kehilangan generasi mudanya akibat urbanisasi.
Menurutnya, kemajuan desa justru dapat tumbuh ketika anak muda memilih bertahan dan berkontribusi langsung dalam membangun ekonomi lokal. “Ini pelajaran penting. Anak-anak muda desa membuktikan bahwa untuk maju tidak harus meninggalkan kampung. Justru dengan tetap di desa, mereka memajukan masyarakatnya sendiri,” ujar Prof. Waryono.
Program ini memanfaatkan dana zakat produktif untuk mendukung aktivitas petani gula kelapa, mulai dari penguatan produksi hingga menjaga keberlanjutan usaha. Pendekatan tersebut menjadikan zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga sebagai modal pemberdayaan ekonomi mustahik.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur LAZNAS Mandiri Amal Insani, Zainal Abidin, menegaskan bahwa MAI hadir bukan sebagai aktor utama, melainkan sebagai katalis percepatan atas inisiatif dan potensi yang telah tumbuh di tengah masyarakat. “Kami tidak masuk dari nol. Masyarakat sudah bergerak. Kami hanya mempercepat reaksi. Dana yang kami kelola adalah titipan para muzaki, terutama karyawan Bank Mandiri,” jelasnya.
Zainal Abidin juga mengingatkan bahwa amanah dana zakat harus dijaga agar terus bergulir dan memberikan manfaat jangka panjang. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai keberlanjutan agar dana zakat tetap menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para donatur. “Dana ini harus dijaga agar terus bergulir. Tolong dijaga, karena bagaimanapun ini akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi para donatur. Jadi dijaga supaya jangan berhenti,” tegasnya.
Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif ini, LAZNAS Mandiri Amal Insani berkomitmen menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, mendorong kemandirian mustahik, serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat dan desa.


Mandiri Amal Insani
MAI_Foundation
MAI_Foundation
Mandiri Amal Insani Official