MAI News – Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Di tengah jejak bencana yang masih terasa, kebutuhan masyarakat bukan hanya tentang makanan dan air bersih. Ada kesehatan yang harus dijaga, anak-anak yang membutuhkan ruang untuk kembali tersenyum, serta keluarga yang perlahan menata kembali kehidupan mereka. Di tengah situasi tersebut, kehadiran menjadi bentuk kepedulian yang tak kalah berarti.
Semangat itulah yang dibawa Mandiri Amal Insani (MAI) bersama Mandiri Utama Finance (MUF) melalui aksi kemanusiaan Peduli Gempa NTT. Tim hadir di sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Nagekeo untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan layanan yang dibutuhkan masyarakat.
Kegiatan kemanusiaan tersebut menyasar masyarakat di Desa Maropokot, Desa Mbay I, Kecamatan Aesesa, serta Desa Tonggurambang, dengan total 518 penerima manfaat.
Di tengah proses pemulihan, kebutuhan pangan menjadi salah satu perhatian utama. MAI bersama MUF menyalurkan paket sembako yang terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kg, telur 1 kg, gula 1 kg, dan mi instan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi selama masyarakat menjalani masa pemulihan.
Namun, kepedulian tidak berhenti pada bantuan pangan.
MAI dan MUF juga membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat, disertai layanan kesehatan sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan. Bagi masyarakat yang membutuhkan, obat-obatan juga diberikan secara gratis.
Bencana tidak hanya meninggalkan dampak secara fisik. Bagi anak-anak, pengalaman berada dalam situasi bencana juga dapat menghadirkan rasa takut dan kehilangan rasa aman.
Karena itu, anak-anak menjadi bagian penting dalam aksi kemanusiaan ini. Melalui layanan psikososial, mereka diajak bermain, menggambar, melukis, dan mengikuti kuis. Makanan ringan juga diberikan untuk menemani aktivitas mereka.
Di tengah kesibukan distribusi bantuan, suasana berubah ketika anak-anak mulai menggambar, bermain, dan berinteraksi bersama relawan. Aktivitas sederhana tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk kembali menikmati masa kanak-kanak, meski berada dalam situasi pascabencana.
Keceriaan anak-anak menjadi pengingat bahwa pemulihan bukan hanya tentang membangun kembali tempat tinggal atau memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga tentang memulihkan rasa aman dan menghadirkan kembali harapan.
Kelompok rentan juga mendapatkan perhatian melalui distribusi perlengkapan bayi, seperti popok, minyak telon, dan makanan bayi.
Sementara untuk mendukung kebutuhan kebersihan keluarga, MAI dan MUF menyalurkan hygiene kit yang terdiri dari sikat gigi, pasta gigi, sabun cair, dan sampo.
Kebutuhan air bersih yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari juga turut dipenuhi. Sebanyak 3.200 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan, aksi Peduli Gempa NTT menjadi bentuk nyata komitmen MAI dan MUF untuk hadir bersama masyarakat yang membutuhkan.
Sebab pemulihan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, pemulihan dimulai dari sebuah uluran tangan, sebuah ruang untuk bermain, pemeriksaan kesehatan, air bersih yang dapat digunakan, atau sekadar keyakinan bahwa masih ada yang peduli.


Mandiri Amal Insani
MAI_Foundation
MAI_Foundation
Mandiri Amal Insani Official