Zakat Sebagai Salah Satu Pembangun Agama Islam (1)

Zakat Sebagai Salah Satu Pembangun Agama Islam

 

Zakat adalah rukun Islam ketiga dan menjadi salah satu unsur pokok ditegakkannya syariat Islam. Sepertihalnya rukun Islam yang lain, maka hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Zakat dan ketentuannya telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan AlQuran dan Sunnah. Zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.

Sebagai Muslim, kita harus mengetahui definisi dari zakat, harta-harta yang harus dizakatkan, nishab- nishab zakat, tata cara pelaksanan zakat dan berbagai macam zakat.

  • Pengertian zakat 

Zakat menurut lughot artinya suci dan subur. Sedangkan menurut istilah syara’: mengeluarkan dari sebagian harta benda atas perintah Allah, sebagai shadaqah wajib kepada mereka yang telah ditentukan oleh hukum Islam. Secara harfiah zakat berarti “tumbuh”, “berkembang”, “menyucikan”, atau “membersihkan”. Sedangkan secara terminologi syari’ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.

  • Macam- macam Zakat 

Zakat terbagi atas dua tipe yakni:

Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

Zakat Maal (Zakat Harta ) zakat kekayaan yang harus dikeluarkan dalam jangka satu tahun sekali yang sudah memenuhi nishab. Zakat maal mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

  • Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya 

Emas, perak dan mata uang

”Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (tidak dikeluarkan zakatnya) dan tidak membelanjakanya di jalan Allah, Maka beritakanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) ’azab yang pedih.” (QS At Taubah: 34)

Syarat- syarat wajib zakat emas dan perak sebagai berikut:

  • Milik orang Islam
  • Yang memiliki adalah orang yang merdeka
  • Milik penuh (dimiliki dan menjadi hak penuh)
  • Sampai nishabnya
  • Genap satu tahun

Nisab dan zakat emas

Nishab emas bersih adalah 20 dinar (mitsqal) = 12,5 pound sterling (96 gram) zakatnya 2,5% atau seperempat puluhnya. Jadi seorang Islam yang memiliki 96 gram atau lebih dari emas yang bersih dan telah cukup setahun dimilikinya maka wajiblah ia mengeluarkan zakatnya 2,5% atau seperempat puluhnya. Seperti yang tercantum dalam hadits:

Dari Ali r.a ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: Apabila kamu punya 200 dirham (perak) dan telah lewat satu tahun, (maka wajib dikelurkan zakatnya) dari padanya 5 dirha ;hingga tidak ada sesuatu kewajiban zakat bagimu pada sesuatu (emas) sehingga kamu mempunyai 20 dinar dan telah lewat satu tahun, maka zakatnya 0,5 dinar. Dan pada yang lebih zakatnya menurut perhitungannya, dan pada harta-harta (emas dan perak) tidak ada hak zakat, kecuali apabila sudah lewat satu tahun.” HR Abu Dawud

Nishab dan zakat perak

Nishab perak bersih 200 dirham (sama dengan 672 gram), zakatnya 2,5 % apabila telah dimiliki cukup satu tahun. Emas dan perak yang dipakai untuk perhiasan oleh orang perempuan dan tidak berlebih-lebihan dan bukan simpanan, tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

Beberapa pendapat tentang emas yang telah dijadikan perhiasan pakaian:
Pendapat imam Abu Hanifah berpendapat bahwa emas dan perak yang telah dijadikan perhiasan dikeluarkan zakatnya pula

Pendapat imam Malik berpendapat jika perhiasan itu kepunyaan perempuan untuk dipakai sendiri atau disewakan, atau kepunyaan lelaki untuk dipakai istrinya, maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Tetapi jika seorang lelaki memilkinya untuk disimpan atau untuk perbekalan, maka wajiblah dikeluarkan zakatnya
Pendapat Imam Syafi’i: tak ada zakat pada perhiasan emas dan perak, menurut satu riwayat yang lain dari padanya, wajib zakat perhiasan emas dan perak

Nishab dan zakat uang

Peredaran uang pada dasarnya berstandar emas, karena peredaran uang itu berdasar emas, maka nishab dan zakatnya 2,5 % atau seperempat.

Nishab harta perniagaan 

Barang (harta) perniagaan wajib dikeluarkan zakatnya mengingat firman Allah:

”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya”(QS Al- Baqarah : 267).

Dan sabda Rasulullah:

Dari samurah: “Rasululah Saw, memerintahkan kepada kami agar mengeluarkan zakat dari barang yang disediakan untuk dijual.” (HR. Daruquthni dan Abu Dawud)

Syarat wajibnya zakat perniagaan ialah:

  • Yang memiilki orang Islam
  • Milik orang yang merdeka
  • Milik penuh
  • Sampai nishabnya
  • Genap setahun

Setiap tahun pedagang harus membuat neraca atau perhitungan harta benda dagangan. Tahun perniagaan dihitung dari mulai berniaga. Yang dihitung bukan hanya labanya saja tetapi seluruh barang yang diperdagangkan itu apabila sudah cukup nishab, maka wajiblah dikeluarkan zakatnya seperti zakat emas yaitu 2,5 %.
Harta dagangan yang mencapai jumlah seharga 96 gram emas, wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 2,5%. Kalau sekiranya harga emas 1gram Rp 100, maka barang dagangan yang seharga 96x RP 100 = Rp 9.600, wajib dikeluarkan zakatnya 2,5% = RP 240.
Harta benda perdagangan perseroan, Firma, CV atau perkongsian dan sebagainya, tegasnya harta benda yang dimilki oleh beberapa orang dan menjadi satu maka hukumnya sebagai suatu perniagaan.

Zakat binatang ternak 

Dasar wajib mengeluarkan zakat binatang ternak ialah:

Diberitahukan oleh Bukhari dan muslim dari Abi Dzar, bahwasanya Nabi Saw, bersabda sebagai berikut:

”Seorang laki-laki yang mempunyai unta, sapi, atau kambing yang tidak mengeluarkan zakatnya maka binatang-binatang itu nanti pada hari Qiyamat akan datang dengan keadaan yang lebih besar dan gemuk dan lebih besar dari pada di dunia, lalu hewan-hewan itu menginjak-nginjak pemilik dengan kaki-kakinya. Setiap selesai mengerjakan yang demikian, binatang- binatang itu kembali mengulangi pekerjaan itu sebagaimana semula: dan demikianlah terus menerus sehingga sampai selesai Allah menghukum para manusia.” (HR: Bukhari )

Binatang ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya ialah: unta, lembu dan kerbau, kambing dan biri-biri.

Syarat-syarat wajibnya zakat binatang ternak sebagai berikut:

  • Pemiliknya orang Islam
  • Pemiliknya merdeka
  • Miliknya sendiri
  • Sampai senishab
  • Cukup setahun
  • Makannya dengan penggembalaan,bukan dengan rumput belian
  • Binatang itu bukan digunakan untuk bekerja seperti angkutan dan sebagainya

Nishab dan zakat unta

Orang yang memilki unta 5 ekor ke atas wajib dikeluarkan zakatnya. Tentang pengeluaran zakat ini diatur sebagai berikut:

5 ekor unta zakatnya 1ekor kambing

10 ekor unta zakatnya 2 ekor kambing

15 ekor unta zakatnya 3 ekor kambing

20 ekor unta zakatnya 4 ekor kambing

25 ekor unta zakatnya 1ekor unta betina umur 1 tahun masuk tahun kedua kalau tidak ada boleh dengan seekor unta jantan berumur 2 tahun masuk tahun ketiga
36 ekor unta zakatnya 1ekor unta betina umur 2 tahun masuk tahun ketiga

46 ekor unta zakatnya seekor unta betina umur 3 tahun masuk tahun keempat

61 ekor unta zakatnya 1ekor unta betina umur 4 tahun masuk tahun kelima

76 ekor unta zakatnya 2 ekor unta betina umur 2 tahun masuk tahun ketiga

91 ekor unta sampai 121 ekor zakatnya 2 ekor unta betina umur 3 tahu masuk tahun keempat

Tiap- tiap bertambah 40 ekor unta zakatnya 1 ekor unta betina umur dua tahun masuk tahun ketiga dan tiap-tiap tambah 50 ekor unta, zakatnya seekor unta umur 3 tahun masuk keempat

Nishab dan zakat lembu/kerbau

Orang yang memiliki lembu/kerbau 30 ekor keatas wajib mengeluarkan zakatnya sebagai berikut:

30 s/d 39 lembu/kerbau zakatnya 1ekor anak sapi/kerbau

40 s/d 59 lembu /kerbau zakatnya 1ekor sapi/kerbau betina yang berumur 2tahun

60 s/d 69 lembu /kerbau zakatnya 2 ekor anak sapi/kerbau (ta-’bi)

70 s/d 79 lembu/kerbau zakatnya 1ekor anak sapi/kerbau (ta’-bi) dan 1ekor musinnah

80 s/d 89 lembu/kerbau zakatnya 2 ekor musinah

90 s/d 99 lembu/kerbau zakatnya 3 ekor ta-bi

100 s/d 109 lembu /kerbau zakatnya 2 ekor ta-bi dan 1 ekor musinah

Zakat kerbau sama dengan zakat lembu,baik nishab maupun zakatnya

Nishab dan zakat kambing

Orang yang memilki kambing 40 ekor wajib mengeluarkan zakatnya sebagai berikut:
40 sampai 120 ekor kambing zakatnya 1ekor

121 sampai 200 ekor kambing zakatnya 2ekor

201 sampai 300 ekor kambing zakatnya 3ekor

301 sampai 400 ekor kambing zakatnya 4ekor

401 sampai 500 ekor kambing zakatnya 5ekor dan seterusnya tiap-tiap 100 ekor kambing zakatnya 1ekor

Zakat hasil bumi 

Hasil bumi yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu yang dapat dijadikan makanan pokok seperti: padi, jagung,gandum, dan sebagainya. Sedangkan buah- buahan yang wajib dikeluarkan zakatnya ialah: gandum, Sya’r zabib dan kurma. Buah-buahan yang wajib dikeluarkan zakatnya sebagaimana sabda Rasulullah adalah sebagai berikut:

” Tidak ada sedekah(zakat ) pada biji dan kurma kecuali apabila mencapai lima wasaq( 700kg)” (H.R Muslim)

Syarat-syarat wajib mengeluarkan zakat hasi bumi sebagai berikut:

  • Pemiliknya orang Islam
  • Pemiliknya orang Islam yang merdeka
  • Milik sendiri
  • Sampai senishab

Tidak disyaratkan setahun memilki tetapi wajib dikeluarkan zakatnya pada tiap-tiap menuai/panen.

Nishab dan zakat hasil bumi

Nishab zakat hasil bumi ini sesuai dengan sabda nabi:

”Dari Abdullah r.a. nabi Saw bersabda: ”Tanam-tanaman yang diairi dengan air hujan, mata air atau yang tumbuh dirawa-rawa, zakatnya sepersepuluh dan yang diairi dengan tenaga pengangkutan zakatnya seperduapuluh.” (HR. Bukhari)

Nishab hasil bumi yang sudah dibersihkan ialah 5 wasaq yaitu kira- kira 700 kg, sedang yang masih berkulit nishabnya 10 wasaq= 1400 kg Zakatnya 10% (sepersepuluh) jika diairi dengan air hujan, air sungai, siraman air yang tidak dengan pembelian (perongkosan). Jika diari dengan air yang diperoleh dengan pembelian maka zakatnya 5% (seperdua puluh). Semua hasil bumi yang sudah masuk, wajib dikeluarkan zakatnya, termasuk yang dikeluarkan untuk ongkos menuai dan angkutan.

Zakat barang tambang dan barang temuan

Hasil tambang yang wajib dikeluarkan zakatnya ialah emas dan perak yang diperoleh dari hasil pertambangan. Rikaz ialah harta benda orang-orang purbakala yang berharga yang ditemukan oleh orang-orang pada masa sekarang, wajib dikeluarkan zakatnya. Barang rikaz itu umumnya berupa emas dan perak atau benda logam lainnya yang berharga.

Syarat-syaratnya mengeluarkan zakat rikaz:

  • Orang Islam
  • Orang merdeka
  • Milik Sendiri
  • Sampai nishabnya

Tidak perlu persyaratan harus dimiliki selama 1 tahun. Nishab zakat barang tambang dan barang temuan, dengan nishab emas dan perak yakni 20 mitsqa l=96 gram untuk emas dan 200 dirham (672 gram) untuk perak. Zakatnya masing-masin 2,5% atau seperempat puluh.

Zakat fitrah 

Zakat fitrah dilihat dari komposisi kalimat yang membentuknya terdiri dari kata “zakat” dan “fitrah”. Zakat secara umum sebagaimana dirumuskan oleh banyak ulama’ bahwa dia merupakan hak tertentu yang diwajibkan oleh Allah terhadap harta kaum muslimin menurut ukuran-ukuran tertentu (nishab dan khaul) yang diperuntukkan bagi fakir miskin dan para mustahiq lainnya sebagai tanda syukur atas nikmat Allah subhanahu wata’ala. Dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, serta untuk membersihkan diri dan hartanya (Qardhawi, 1996:999).

Dengan kata lain, zakat merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang berkelebihan rizki untuk menyisihkan sebagian dari padanya untuk diberikan kepada saudara-saudara mereka yang sedang kekurangan.

Sementara itu, fitrah dapat diartikan dengan suci sebagaimana hadits Rasul “kullu mauludin yuladu ala al fitrah” (setiap anak Adam terlahir dalam keadaan suci) dan bisa juga diartikan juga dengan ciptaan atau asal kejadian manusia.

Dari pengertian di atas dapat ditarik dua pengertian tentang zakat fitrah. Pertama, zakat fitrah adalah zakat untuk kesucian. Artinya, zakat ini dikeluarkan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan atau perilaku yang tidak ada manfaatnya. Kedua, zakat fitrah adalah zakat karena sebab ciptaan. Artinya bahwa zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini. Oleh karenanya, zakat ini bisa juga disebut dengan zakat badan atau pribadi (Qurthubi, t.th:279)

Zakat fitrah ialah zakat pribadi yang harus dikeluarkan pada hari raya fitrah.
”Dari Ibnu ’Abbas ra,ia berkata: Rasulullah Saw, mewajibkan zakat fitrah itu selaku pembersih dari perbuatan sia-sia dan omongan-omongan yang kotor dari orang yang berpuasa dan sebagai makanan bagi orang miskin, maka barang siapa yang menunaikannya setelah shalat ’Ied itu adalah zakat fitrah yang diterima dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat ’Ied maka itu hanyalah suatu shadaqah dari shadaqah-shadaqah biasa”. (HR.Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan disahkan oleh Hakim)
Yang wajib dizakati:

  • Untuk dirinya sendiri; tua,muda,baik laki- laki maupun perempuan
  • Orang-orang yang hidup dibawah tanggungannya

”Dari ibnu Umar ra,berkata ia: telah bersabda Rasulullah saw: Bayarlah zakat fithrah orang –orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR.Daruquthni dan Baihaqi)

Syarat-syarat wajib zakat fitrah:

  1. Islam
  2. Mempunyai kelebihan makanan untuk sehari semalam bagi seluruh keluarga pada waktu terbenam matahari dari penghabisan bulan ramadhan
  3. Orang-orang yang bersangkutan hidup dikala matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan

Zakat yang perlu dikeluarkan :

Zakat fitrah untuk tiap- tiap jiwa 1sha = 2,305 kg dibulatkan menjadi 2,5 kg dari beras atau lainnya yang menjadi makanan pokok bagi penduduk negeri. Lebih utama dikeluarkan sebelum shalat ’Idul Fithri. Boleh juga dikeluarkan semenjak permulaan bulan Ramadhan sebagai ta’jil. Seperti yang tercantum dalam hadits nabi yaitu:
Dari Ibnu Umar ra,ia berkata: Rasulullah Saw telah mewajibkan zakat fitrah dengan kurma satu sha atau dengan sya’ir satu sha atas hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua, dari golongan kaum muslimin dan beliau menyuruh zakat fitrah itu ditunaikan sebelum orang-oranng keluar (selesai) shalat ’Ied Muttafaq ’alaih Dan dalam riwayat Ibnu ’Ady dan Daraquthni dengan sanad yang lemah: ”Cukuplah mereka (orang –orang miskin) jangan sampai berkeliling (mencari nafkah) pada hari itu (hari raya).

Untuk zakat fithrah dari seorang yang makanan pokoknya beras tidak boleh dikeluarkan zakat dari jagung, walaupun jagung termasuk makanan pokok. Jagung nilainya lebih rendah dari pada beras. Dilihat dari aspek dasar penentuan kewajiban antara zakat fitrah dan zakat yang lain ada perbedaan yang sangat mendasar. Zakat fitrah merupakan kewajiban yang bersumber pada keberadaan pribadi-pribadi (badan), sementara zakat-zakat selain zakat fitrah adalah kewajiban yang diperuntukkan karena keberadaan harta.

Meskipun dalam hal pendistribusian zakat fitrah terdapat perbedaan pendapat, yakni antara yang memperbolehkan dibagikan kepada seluruh ashnaf yang delapan dan antara yang hanya memperbolehkan kepada fakir dan miskin, akan tetapi apabila dilihat dari maqashid al syari’ah atau berbagai pertimbangan logis disyariatkannya zakat fitrah, maka tampak bahwa yang paling mendekati ke arah sana adalah pendapat yang hanya mengkhususkan zakat fitrah kepada fakir dan miskin.
Amil zakat fitrah sebagaimana lazim disebut orang tidak bisa dikategorikan ke dalam amil zakat. Sebab, panitia zakat fitrah hanya bersifat temporer, sementara amil bersifat jangka panjang. Paniti zakat fitrah tidak bisa dijadikan sebagai sumber mata pencaharian sementara amil diorientasikan sebagai lapangan pekerjaan yang sekaligus menjadi mata pencaharian bagi mereka yang berkecimpung di sana.

RELATED ARTIKEL