Waspadai Harta Haram, Bahayanya Luar Biasa

 

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman, yang saat itu seseorang tidak peduli lagi dari mana dia mendapatkan harta, apakah dari jalan halal ataukah yang haram.” [HR. al-Bukhari]

Hadits Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam tersebut sudah terbukti kini. Banyak sekali orang yang tidak mempertimbangkan sumber hartanya. Halal ataupun haram semua diterabas.

Padahal, harta haram merupakan sumber kebinasaan dunia dan akhirat. Bahkan harta haram yang disedekahkan atau dizakatkan tidak akan mampu membersihkan ‘kekotoran’ sifat haramnya tersebut.

“Seorang hamba memperoleh harta haram lalu menginfakkannya seolah-olah diberkahi dan menyedekahkannya semua hartanya seolah-olah diterima melainkan usahanya itu makin mendorongnya masuk ke neraka, sesungguhnya Allah tidak akan menghapuskan keburukan dengan keburukan, akan tetapi menghapuskan keburukan dengan kebaikan; sesungguhnya kenistaan tidak akan menghapuskan kenistaan” (Musnad Ahmad 1/387).

Lantas apa yang harus dilakukan?

1. Meneliti sumber harta kita

Apakah cara, sistem, dan pekerjaan yang kita lakukan memang halal dilakukan?

2. Bertaubat

Jika dahulunya kita pernah mendapatkan harta dengan jalan yang haram dan tidak diridhoi Allah, penting sekali bertaubat dan tidak lagi mengulangi apa yang pernah dikerjakan tersebut.

3. Menyadari bahayanya mengonsumsi makanan dari sumber harta haram

Pekerjaannya haram, penghasilannya haram, maka… makanan yang dibeli dari uang penghasilan tersebut pun bisa tergolong haram.

Ketika masuk satu suapan haram ke perut, bisa-bisa Allah menolak amalan yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan.

Sahabat MAI, mari jaga diri dan keluarga kita dengan memastikan kehalalan penghasilan yang kita dapatkan. (SH)

RELATED ARTIKEL