Shalat Pengukur Keselamatan Dunia & Akhirat

                                                  Sumber: https://www.rumahhufazh.or.id

Setiap manusia pasti akan mengalami kematian di dalam hidupnya. Setelah proses kematian manusia akan masuk pada alam akhirat. Di Akhirat manusia akan melalui proses pertanggungjawaban dari setiap perbuatan yang telah dilakukan olehnya di dunia. Perbuatan baik semasa hidup di dunia akan mendapatkan balasan kebaikan di Akhirat, kebaikan itu dapat berupa dimudahkannya setiap proses kehidupan kita di akhirat sampai pada dimasukkannya seorang manusia kedalam syurga-Nya.

Pertanggungjawaban manusia semasa hidup di dunia ini akan Allah langsung saksikan. Semua manusia akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang telah Ia lakukan di dunia dan dari apa yang telah Ia gunakan dari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan. Pertanggungjawaban ini akan menjadi alasan dimasukkan kemana kita, ke syurga Allah atau bahkan ke Neraka-Nya. Seperti kita tahu bahwa syurga dan neraka adalah dua tempat yang memiliki keberbalikan makna, rasa, dan apa yang ada didalamnya.

Syurga Allah dipenuhi dengan berbagai kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan untuk setiap manusia yang dengan ikhlas dan ridha mencari keridhaan Allah dengan mau melakukan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang. Sebaliknya Neraka adalah tempat dengan berbagai siksa-siksa yang Allah berikan untuk setiap manusia yang ingkar dan tidak mau mengikuti apa yang Allah perintah dan melakukan berbagai hal yang Allah larang.

Pertanggungjawaban inilah yang dapat mengarahkan kearah mana manusia akan melangkah di alam berikutnya setelah kehidupan dunia ini. Pertanggungjawaban ini memiliki kata lain dalam ungkapanya, ada yang menyatakannya dengan ungkapan “Hisab”. Namun artinya sama saja, hisab adalah bentuk pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban dari apa yang telah dilakukan mausia di dunia. Melalui proses hisab atau pertanggungjawaban ini kita akan memiliki kejelasan hidup di alam akhirat. Nerakakah atau syurga?

Untuk menyiapkan pertangungjawaban ini, alangkah lebih baik kita dapat dengan sadar menyadari bahwa proses pertangungjawaban ini pasti akan kita alami dan sebaiknya setiap manusia perlu mengetahui bahwa hal yang pertama akan dihisab atau dimintai pertanggungjawaban oleh Allah adalah shalat dan hal pertama yang akan diputuskan diantara perselisihan manusia adalah pertumpahan darah. Sebagaimana sebuah hadits menjelaskan bahwa Abdullah bin Mas’ud r.a berkata, “Rasulullah saw.bersabda,“Hal pertama yang akan dihisab kelak pada hari kiamat dari seorang hamba adalah shalat dan hal pertama yang akan diputuskan diantara perselisihan manusia adalah pertumpahan darah.” (HR An-Nasa’i dalam sahih sunan, 3/839, Hadits No. 3276; Al Mujtaba,  7/83, Hadits No. 3991, Imam Al Albani menyahihkan hadits ini).

Berdasarkan hadits ini kita secara jelas dapat memahami bahwa hal yang pertama dimintai pertanggungjawaban oleh Allah adalah shalat kita. Bagaimana shalat kita? Apakah sudah benar? Apakah masih sering terbengkalai, atau bahkan tidak pernah kita lakukan? Karena shalat adalah hal pertama yang dimintai pertanggungjawaban oleh Allah hal ini menunjukkan bahwa shalat memiliki tempat utama dalam agama Islam. Shalat sering diungkapkan sebagai tihang agama, hal ini menandakan shalat adalah hal yang paling urgent dalam Islam. Shalat adalah bentuk ibadah yang kokoh menjadi ciri ummat Islam. Setiap manusia yang mengakui beragama Islam harusnya malu jika berIslam tanpa mau mengerjakan shalat, karena shalat adalah bentuk ungkapan cinta antara seorang hamba dengan rabb-Nya.

Shalat menjadi ciri seorang yang berIslam, shalat adalah cara untuk seorang hamba menyatukan dirinya dengan Rabbnya. Shalat adalah pengokoh ummat Islam dan Agama Islam. Ketika seorang baik di shalatnya maka dapat dipastikan hidupnya akan berjalan baik-baik saja dengan penuh kekhusuyukan dengan Allah, namun ketika hidup seorang tampak hancur dan tidak jelas hal pertama yang harus dilihat adalah shalatnya. Berdasarkan hal ini sangat jelas sekali bahwa shalat adalah titik pengukur keselamatan hidup kita di dunia dan di akhirat.

Shalat adalah alat untuk kita agar mampu memiliki arah hidup yang baik dan jelas menuju keridhaan Allah baik di kehidupan dunia maupun di kehidupan akhirat. Shalat memiliki arti penting dalam Islam hingga dijadikan perumpamaan sebagai tihang agama dan satu hal yang pertama Allah mintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jika seorang manusia sudah baik shalatnya maka kehidupan dunia dan akhiratnya akan berjalan baik. Seorang yang shalatnya hancur maka dapat dipastikan kehidupan di dunia dan akhiratnya akan banyak mengalami masalah. Dengan Shalat yang baik kita akan terjauh dari perbuatan keji, terjauh dari segala macam kebingungan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Maka jelas bahwa shalat adalah pengukur keselamatan dunia dan akhirat seorang manusia. (yas/hal).

RELATED ARTIKEL