Sekolah Baru, Harapan Baru Siswa MI Al-Bayan Mandiri

Pamijahan, Bogor (14/1), Mandiri Amal Insani Foundation (MAI) menggelar acara peresmian sekolah MI Al-Bayan Mandiri yang terletak di Dusun Cipatat, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program Wakaf Terus Sekolah ini merupakan implementasi dari salah satu program yang dimiliki oleh MAI Foundation, yaitu bina Ilmu. Dana yang diperoleh merupakan akumulasi dana wakaf dari para donatur MAI serta dana CSR Bank Mandiri.

Acara peresmian dihadiri oleh Ketua MAI Foundation, Tedi Nurhikmat, didampingi oleh Bapak Aris yang merupakan tim CSR Bank Mandiri mewakili donatur. Tak lupa, Bapak Dede Sugi selaku Kasubdit Pendidikan, Pemuda Olah Raga dan Ketenagakerjaan Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Bogor, Ibu Sri Nurhidayah dari BAZNAS serta aparatur desa setempat yang juga ikut menyaksikan rangkaian peresmian.

MI Al Bayan Mandiri berdiri di atas Tanah Wakaf seluas 1.520 meter persegi yang merupakan tanah wakaf milik keluarga Ibu Ghinda. Sekolah ini memiliki Kepala Sekolah bernama Bapak Ade Sopian yang menanungi 120 murid dan 7 guru.

Ibu Ghinda merupakan seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Hongkong. Beliau rela menyisihkan seluruh gaji dan menjual sawah yang dimiliki untuk membangun sekolah. Kegiatan yang beliau lakukan di sana tidak hanya terkait tentang pekerjaan saja, namun beliau juga aktif dalam kegiatan fundraising dana untuk pengembangan sekolah di tanah kelahirannya. Di sanalah tempat Ibu Ghinda mengenal MAI Foundation.

Jarak sekolah yang sangat jauh membuat pihak keluarga yang mata pencahariannya adalah butuh petani benar-benar menggantungkan masa depan anaknya untuk dapat terus bersekolah di MI Al-Bayan. Mandiri Amal Insani Foundation yang memiliki tujuan untuk mencapai rahmatan lil ‘alamin, bersama-sama dengan Ibu Ghinda menghimpun dana wakaf untuk pembangunan ruang kelas sekolah.

“MI Al Bayan Mandiri sebenarnya sudah mendapatkan izin operasional, akan tetapi izinnya diberikan waktu sampai memenuhi persyaratan sesuai diknas dikarenakan masih belum memiliki standar. Sekolah ini baru memiliki 2 buah bangunan kelas yang bisa dipakai belajar mengajar. Terpaksa, ada shift pagi dan siang, bergantian antara kelas 1-3 dan 4-6. Dan sekarang, alhamdulillah sudah ada 3 ruang kelas tambahan yang merupakan dana dari donatur MAI, yaitu Ibu Kartini Sally dan Ibu Riyani T. Bondan selaku direksi Bank Mandiri, serta CSR Bank Mandiri yang masing-masing memberikan dana wakaf untuk satu kelas. Selain itu, dana tambahan lainnya berasal dari muzakki MAI Foundation, baik di Indonesia maupun dari Hongkong yang dana wakafnya dihimpun bersama Ibu Ghinda,” ucap Abdul Ghofur, selaku General Manager.

”Kami juga mengucapkan banProgram Wakaf Terus Sekolahyak terima kasih kepada seluruh pihak yang menyukseskan progam ini. Semoga dengan adanya launching program Wakaf Terus Sekolah dapat menjadi pilot project MAI untuk kedepannya. Selain itu, dengan penambahan ruang kelas di MI Al-Bayan Mandiri ini dapat menjadi penyemangat stakeholder, meliputi para donatur untuk dapat terus berdonasi guna mensejahterakan negeri, khususnya generasi penerus bangsa, serta untuk penerima manfaat yaitu murid-murid MI Al-Bayan untuk dapat lebih bersemangat dalam kegiatan belajar mengajar sehingga cita-cita mereka dapat tercapai,” papar Tedi Nurhikmat.

Acara ini juga diramaikan dengan berbagai penampilan dari para murid MI Al-Bayan seperti paduan suara, tari budaya, dan pembacaan puisi “ucapan terima kasih” kepada para donatur. Ditutup dengan doa bersama yang sebelumnya dilakukan proses pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya sekolah MI Al Bayan, Pamijahan, Bogor.

RELATED ARTIKEL