Perjuangan Asyifa Melawan Tumor Ginjal

Gadis usia 5 tahun ini telah kehilangan satu ginjalnya. Ia telah jalani beberapa kali kemoterapi sejak usia batita, dan dinyatakan kritis 4x oleh dokter.

Banyak teman sebayanya sudah meninggal dunia dengan penyakit tumor atau kanker sejenis. Namun keinginan bertahan hidup Asyifa begitu besar, sehingga ia tegar jalani semua prosedur perawatan hingga akhirnya dinyatakan sehat dan dapat kembali pulang ke Bengkulu, setelah lebih dari setahun tinggal di Rumah Sehat Mandiri yang didirikan oleh MAI Foundation.

“Dia bukan hanya anak saya, dia guru saya dalam hidup,” ungkap Nurul, Ibunda Asyifa, sambil tak kuasa menahan linangan air mata. “Kalau anak yang lain ketika pasang alat harus dipegangi, dimasukkan selang dari hidung ke lambung misalnya, tapi Syifa menolak dipegangi ‘aku gak akan berontak kok Suster’, dan memang dia sangat tenang, bahkan kencing darah pun dia tidak menangis atau berteriak.”

Bu Nurul sangat berterimakasih pada donatur MAI FOUNDATION yang telah mendirikan rumah singgah/Rumah Sehat Mandiri untuk menampung pasien-pasien seperti Asyifa.

“Kami sangat memerlukan rumah singgah seperti ini. Saya ada keluarga di Ciputat, tapi kalau sewaktu-waktu kondisi anak drop, sulit sekali tidak punya kendaraan untuk ke Rumah sakit dan sangat jauh. Kalau di rumah singgah ini Alhamdulillah tengah malam pun bisa segera ke rumah sakit karena jarak dekat.”

Rumah singgah ini memang diperuntukkan bagi pasien yang datang dari luar kota bahkan luar pulau Jawa, dan tidak memiliki tempat tinggal di ibu kota. Saat ini ada 7 pasien yang menghuni Rumah Sehat Mandiri Harapan Kita, sebagian besar pasien anak jantung bocor dan kanker.

Awal berdirinya RSM ini, banyak yang tidak percaya ada rumah gratis yang tidak memungut biaya sewa. Tapi saat ini Alhamdulillah hampir selalu penuh dengan pasien yang menunggu jadwal operasi atau sedang dalam proses pengobatan dan memerlukan waktu yang panjang seperti Asyifa.

Saat ini Syifa kembali ke Jakarta untuk kontrol setelah setahun ia dinyatakan sudah bisa keluar dari RS.

“Alhamdulillah Syifa juara 1 di PAUDnya, dia sudah seperti anak normal kebanyakan, walaupun dengan 1 ginjal saja pastinya dia tidak boleh capek atau makan sembarangan, saya Syifa sehat saja sudah senang, tidak menyangka dia juga bisa berprestasi,” pungkas Nurul.

Selain di belakang RS Harapan Kita, Rumah Sehat Mandiri juga didirikan di dekat RSCM. Bagi yang ingin menempati rumah singgah MAI Foundation, persyaratan yang perlu dilampirkan antara lain:

1. Beragama Islam

2. BPJS kelas 3

3. Bersedia berhijab untuk perempuan

4. Memiliki surat keterangan tidak mampu

Semoga semakin banyak pasien yang terbantu dan sembuh dengan fasilitas rumah singgah yang tidak membebani pasien sebagaimana yang telah dirasakan Syifa dan ibundanya. (SH)

RELATED ARTIKEL