Pelatihan Duta Zakat Ramadhan 2018, Ciptakan Jiwa Fundraiser yang Andal

 

MAINews, Jakarta – Ramadhan tinggal menghitung hari. Tentunya, di bulan yang penuh berkah ini, umat Islam memanfaatkannya dengan berlomba-lomba dalam kebaikan. Tak ingin ketinggalan, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation yang merupakan lembaga zakat yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana ZISWAF membantu umat Islam dalam mengoptimalkan ibadah mereka melalui program-program Ramadhan yang bernas.

Sebagai langkah awal, MAI melakukan Pelatihan Duta Zakat Ramadhan 2018 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada Sabtu, (14/4/2018). Pelatihan tersebut diikuti oleh 84 peserta yang telah mendaftar sebelumnya. Ke-84 peserta tersebut akan dipillih yang akan menduduki posisi sebagai volunteer Ramadhan di bidang: admin, keuangan, desain, event, penghimpunan, penyaluran, QAC dan relawan gerai.

Pelatihan diisi oleh pemberian materi-materi. Seperti oleh Deni Kurniawan bagian Program MAI Foundation yang menyampaikan materi tentang ‘Mengapa Menjadi Relawan’ dan Abdul Ghofur selaku Direktur MAI Foundation yang menyampaikan materi entang ‘Gerakan Zakat, Motivasi Keamilan dan Kelembagaan’.

Dalam pelatihannya, Ghofur memaparkan potensi dana sosial di Indonesia sebesar Rp. 19,3 Trilyun. Pentingnya melakukan fundraising agar dana yang terhimpun bisa digunakan untuk membiayai program dan organisasi, menjaga kesinambungan organisasi, menciptakan daya jual organisasi, menampung sifat sosial masyarakat, mengurangi ketergantungan dan sebagai salah satu wujud dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Orang Indonesia memang gemar berdema. Akan tetapi sebagai lembaga zakat, program yang ditawarkan itu harus jelas. Misal: pendidikan, kesehatan, bencana alam, beasiswa dan lain-lain,” ungkap Ghofur.

Banyak lembaga mengambil manfaat dari professional fundraiser. Mereka dibayar atas upaya menggalang dengan upah yang tidak berhubungan dengan jumlah dana, yang mereka himpun, ataupun dengan skema komisi dari mereka yang himpun. Di pelatihan ini, Ghofur membagikan tips-tips cara melakukan fundraising.

“Ramah, peduli, menghargai, inisiatif, siaga, antusias, selalu gembira, sadar kebersihan diri, mengetahui tentang produk serta keahlian yang mumpuni, adalah serangkaian yang harus diperhatikan fundraiser ketika akan melakukan fundraising,” ungkap Ghofur.

Dari pelatihan tersebut, Abdul Ghofur mengharapkan Semoga Duta Zakat yang terpilih akan memiliki jiwa fundraiser yang andal.

 

RELATED ARTIKEL