Menghisab Diri Setiap Hari

                                             Sumber: https://queencompbalam.wordpress.com/

Pernahkah membayangkan, bagaimana suasana dihari penghisaban. Saat manusia dikumpulkan seluruhnya dari zaman nabi Adam hingga akhir zaman. Berapa banyak orang yang ada disana nanti. Berapa lama waktu mengantri, apa yang akan menjadi jaminan kita aman mengantri jika diceritakan bahwa saat itu matahari berada satu jengkal diatas kepala manusia.

Hingga Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits “Pada hari kiamat nanti manusia akan mengeluarkan keringat hingga keringat tersebut mengalir di bumi (padang mahsyar) sehingga tujuh puluh hasta, dan keringat tersebut mengekang (membenamkan) mereka hingga mencapai telinga mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sungguh, hanya orang-orang beriman dan yang terpilihlah yang akan Allah naungi dengan kenyamanan dan dijauhkan dari segala kekhawatiran.

Maka perlunya menghisab diri agar sebelum dihisab dihari akhir nanti, kita bisa memastikan timbangan sebelah mana yang akan lebih banyak amalnya. Amal sebelah kanan ataukah amal sebelah kiri. Jika kita merasa masih kurang dalam beramal shalih, kita bisa melakukan amal kebaikan esok paginya, atau beristighfar setelahnya.

Rasulullah bersabda, “Allah telah berfirman,” Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya , maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (berapa banyak dosanya). “(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi)

Rasulullah saja yang dijamin Allah masuk surga tetap beristighfar dengan tidak kurang dari 100 kali sehari. Kita sebagai umatnya belum ada yang menjamin untuk masuk surga, berarti harus lebih banyak lagi beristighfar. Setiap ada kesempatan, beristighfar. Karena kita tidak tahu, akan sampai dimana dan kapan Allah putus umur kita.

Penting untuk diingatkan kembali. Agar kita bisa rutin menghisab diri setiap hari. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. Menjaga dari kerasnya siksa api neraka, dan dimasukkannya kita kedalam surga, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai juga hidangan yang sedap dipandang mata. Insyaallah. (hal).

RELATED ARTIKEL