Memaknai Bulan Penuh Rahmat Dengan Maksimalkan Amal Sholeh

Sumber: https://pengusahamuslim.com

Ramadhan merupakan salah batu bulan mulia yang ada pada kalender Hijriyah. Merupakan bentuk mashdar yang diambil dari kata “ramidha-yarmadhu” yang dulunya memiliki arti membakar, menyengat karena terik atau sangat panas. Selain itu pula, Ramadhan juga dapat diartikan sebagai mengasah. Banyak manka dari kata Ramadhan yang sering kita dengar, seperti Syahr Al-Qur’an (bulan Al-Qur’an), Syahr al-Shiyam (bulan puasa), Syahr al-Tilawah (bulan membaca Al-Qur’an), Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpahan rahmat Allah SWT), Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari api neraka), Syahr al-‘Id (bulan yang berakhir pada hari raya, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), Syahr al-Shabr (bulan kesabaran) dan Syahr Allah (bulan Allah).

Dari nama-nama yang melekat pada bulan Ramadhan, kita dapat mengetahui bahwa bulan Ramadhan ini adalah bulan yang sangat istimewa. Karena pada bulan ini Allah SWT membuka pintu ampunan yang selebar-lebarnya, dan juga membuka keran pahala bagi hambanya yang ingin melakukan amal sholeh. Di bulan Ramadhan ini juga terdapat ibadah wajib berupa puasa, yang Allah sendiri mewajibkannya dalam firman-Nya QS. Al-Baqarah: 183-185. Dimana puasa bulan Ramadhan ini memiliki perbedaan dengan ibadah lainnya, dimana kita harus mengganti puasa kita yang tidak lengkap saat bulan Ramadhan dengan puasa di bulan-bulan lainnya.

Salah satu makna dari bulan Ramadhan adalah dikenal dengan bulan ampunan. Dimana telah kita sebutkan sebelumnya bahwa Allah Swt membuka pintu ampunan-Nya selebar-selebarnya untuk hambanya yang ingin bertaubat. Dan hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya, dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu, Rasulullah Saw bersabda,   “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Swt maka dosa di masa lalu akan diampuni” (HR. Bukhari No.38 dan Muslim No.760).

Maka dari itu marilah kita maknai bulan Ramadhan ini dengan hal-hal kebaikan yang Allah SWT suka. Melakukan ibadah-ibadah yang Rasulullah anjurkan seperti tilawah Al-Qur’an, memperbanyak taubat, dan melaksanakan shalat Tarawih yang hanya ada bulan Ramadhan. Memaksimalkan setiap amal yang akan kita perbuat dengan niat dan tujuan hanya kepada Allah Swt. Semoga dengan itu kita dapat memaknai Ramadhan dan menjadi pribadi yang lebih baik saat Ramadhan telah berlalu. (hal).

RELATED ARTIKEL