Mari Saling Mengingatkan dalam Kebaikan

Matahari berotasi pada porosnya dalam satuan waktu, begitupun dengan bulan dan benda-benda langit lainnya. Kita sebagai manusia juga melakukan hal yang sama namun dalam bentuk yang berbeda. Bisa jadi hal tersebut adalah cara kita ataupun benda tersebut untuk beribadah dan nengagungkan nama Allah SWT. Ya, ibadah itu ada banyak sekali. Contoh yang erat dengan kehidupan kita sehari-hari yaitu tersenyum juga bukti beribadah kepada sang Khaliq.

Berdasarkan beberapa perumpamaan diatas, kadang kita sebagai manusia lebih banyak lalainya. Menindaklanjuti kelalaian ini, jangan-jangan kita belum mengenal siapa diri kita sesungguhnya atau bahkan memang tak mau mengenal sama sekali karena sudah dipenuhi dengan problematika yang datang silih berganti. Padahal hal tersebut bisa jadi karena pemikiran kita saja yang sempit dan tidak berkembang. Sehingga menjadikan semuanya sebagai permasalahan yang kurang menyenangkan.

Sebenarnya, ini nasehat pribadi untuk diri saya juga yang sebagai manusia terkadang masih jauh dari kata manusia. Terkadang lupa juga apa hakejat manusia itu dan mengapa dihidupkan dan sebagainya. Tentu ada banyak pertanyaan dalam benak kita yang ingin kita cari tahu solusinya secara terperinci. Jikalau hal tersebut tidak bisa, tetap harus mencari tahunya. Karena ada tanggung jawab besar atas apa yang kita lakukan semasa hidup di dunia ini.

Bilamana kita sering menghakimi orang lain dengan berbagai propaganda kata, bisa jadi kitalah yang sedang menuju ambang batas manusia itu dan lupa kalau dirinya juga sama dengan yang dihakimi itu. Bisa jadi orang tersebut lebih baik akhaqnya dan lebih agung dimata Allah SWT dibanding kita. Untuk itu Mari saling mengingatkan dalam kebaikan. (tan/hal).

RELATED ARTIKEL