fbpx

Marah Karena Allah

                                                                    Sumber: https://www.youtube.com

Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, juga menciptakan manusia beserta seperangkat jalan hidupnya dengan Al-quran dan Al-hadits tahu betul untuk apa manusia diciptakan. Maka Allah dalam surat cintaNya menyatakan :

Manusia jika ia memahami betul tujuan penciptaannya di dunia untuk apa, maka kerusakan atau perpecahan dimuka bumi ini tentu tidak akan terjadi. Tapi nyatanya, hari ini kita melihat realita yang ada dimana muslim yang satu dengan lainnya saling bermusuhan. Terkadang yang diributkan adalah hal yang tidak semestinya diperdebatkan.

Masih banyak orang yang keliru, apalagi jika ada perbedaan sedikit, ada saja yang marah tidak mau diingatkan. Malah akhirnya membuat buruk citra Islam dan mengkerdilkan diri sendiri. Padahal sudah jelas dalam kalamNya, manusia itu diciptakan hanya untuk beribadah. Ibadah disini dalam artian bukan hanya sekedar ritual belaka seperti shalat, puasa, zakat dan lainnya. Tapi lebih dari itu, ibadah disini adalah meniatkan segala sesuatu dengan niat karena Allah.

Termasuk ketika kita ingin marah. Rasulullah sebagai suri tauladan umat manusia telah mencontohkan bagaimana marahnya beliau.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr al-Badri, ia berkata : Seorang laki-laki pernah datang kepada Rasulullah SAW., ia berkata, “Sesungguhnya aku telah terlambat karena shalat subuh bersama si Fulan”. Abu Mas’ud berkata, “Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW. murka ketika memberi nasihat yang lebih keras daripada kemurkaan beliau pada saat itu, “Kemudian Rasulullah SAW. bersabda, “Sungguh diantara kalian ada orang-orang yang membuat orang lain lari. Siapa saja diantara kalian yang menjadi imam shalat atas orang lain, maka hendaklah ia shalat dengan singkat. Karena dibelakangnya ada orang yang sudah tua, lemah, dan orang-orang yang punya hajat.” (Mutafaq ‘alaih)

Rasulullah tahu keutamaan menjadi imam shalat seperti apa. Tapi Rasulullah juga tahu bagaimana agar umatnya bisa merasa nyaman beribadah semisal shalat. Rasulullah menampakkan kemarahannya bukan dengan sumpah serapah, tapi dengan raut wajah yang berubah dan penegasan kata-kata yang penuh hikmah. Rasulullah marah dengan niat karena Allah, agar Islam bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat. Baik yang tua maupun yang muda. Maka itulah gambaran bagaimana seharusnya kaum muslim bersikap saat ada hal yang membuatnya ingin marah. Marah dengan diniatkan karena Allah.  Bukan marah yang karena meninggikan ego semata.

RELATED ARTIKEL