Mandiri Amal Insani Resmikan Program Learning Camp 2018

 

MAINews, Bandung – Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation telah menyelenggarakan peresmian Program Learning Camp 2018, Mingg, (15/4/2018). Learning Camp (LC) adalah salah satu program bimbingan belajar bagi siswa/I SMA/SMK yang akan melanjutkan kuliah ke universitas negeri di Indonesia melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negara (SBMPTN). Peserta yang lolos akan diasramakan dan mendapat bimbingan belajar khusus selama 25 hari. Learning Camp 2018 merupakan angkatan 6.

Sejak pembukaan program dilakukan, sebanyak 676 peserta yang telah mendaftar. Dari jumlah peserta, sebanyak 264 peserta yang lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 132 peserta yang lolos seleksi akademik. Tahap selanjutnya adalah tahap wawancara dan terpilih 60 orang peserta yang diterima dan mengikuti program LC 2018.

“Alhamdulillah, peserta yang mendaftar lebih meningkat dibanding tahun lalu. Insya Allah kami menargetkan ke-60 peserta ini 90% akan lulus SBMPTN dan bisa masuk ke universitas yang dituju,” ucap Wadifah selaku Ketua Pelaksana Program Learning Camp 2018.

Selain mendapat bimbingan akademik, peserta juga akan mendapat bimbingan ruhiyah. Peserta akan dibiasaan menjalani ibadah sunah seperti membaca Al Quran, shalat tengah malam, puasa Senin Kamis, dan lain-lain.

Mewakili staf MAI Regional VI Jawa Barat, Widad memberikan ucapan selamat kepada peserta yang lulus melalui tahapan seleksi-seleksi yang diadakan.

“Kalian adalah siswa-siswi terpilih. Allah telah menakdirkan kalian berada di sini untuk mengikuti program bermanfaat ini. Saya meminta keseriusan adik-adik semua agar bisa mengikuti seluruh kegiatan yang sudah direncakan,” papar Widad.

Abung Sewaka selaku Wakil Ketua Pengurus MAI Foundation menganggap bahwa ini adalah kesempatan bagus yang tidak bisa dimiliki semua orang. Kata Abung, peserta terpilih harus membangun dan mengembangkan potensi-potensi yang berada di dalam diri.

“Semoga Allah memberikan kesehatan dan kelancaran bagi adik-adik yang akan mengikuti program ini,” kata Abung.

Kesempatan ini disambut suka cita oleh 60 peserta. Salah satunya adalah Raden Ageung dari SMA 1 Padalarang.

“Kami bertekad, berdoa, berusaha dan bertawakal. Semoga kami semua bisa menjalani program learning camp ini. Kami siap untuk kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas di kegiatan ini. Meski dengan kuantitas yang sedikit, Insya Allah bisa memberikan kualitas terbaik,” ujarnya.

Pada acara itu, dihadiri pula oleh alumni LC yang lolos SBMPTN. Ikhwan Rizky Nurzaman merupakan salah satu peserta LC angkatan kedua. Lelaki yang akrab dipanggil Kiki itu saat ini sedang berkuliah di Institut Teknologi Bandung Jurusan Fisika semester 8. Kiki secara gambang membagikan pesan untuk peserta LC 2018.

Kata Kiki, jangan pernah menyerah sekalipun lelah, jangan pernah merasa minder ketika yang lain sudah bisa. Setiap orang memiliki potensi yang berbeda. Yang paling penting itu bukan bagaimana kita bisa mengikuti yang lain.

“Melainkan bagaimana bisa memaksimalkan sesuatu dengan potensi yang kita miliki,” tegasnya.

 

RELATED ARTIKEL