MAI Jangkau Korban Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan

MAINews, Lampung Selatan – Ratusan warga yang menjadi korban tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengungsi di kebun cengkeh di bawah kaki Gunung Rajabasa, tepatnya di Dusun Satu. Mereka belum berani kembali ke rumah masing-masing karena masih trauma dan khawatir terjadi tsunami susulan.

Di Kabupaten Lampung Selatan, sebanyak 113 korban meninggal dunia. Sebagian korban tsunami Selat Sunda masih bertahan di pegunungan yang berada di Lampung Selatan.

Sedikitnya 200 orang dari 56 kepala keluarga yang berada di tempat bertahan dengan pasokan yang mereka bawa dari rumah dan memanfaatkan tanaman di sekitar.

Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk Kabupaten Pandeglang berlangsung selama 14 hari, yakni dari 22 Desember 2018 hingga 4 Januari 2019.

Sedangkan di Kabupaten Lampung Selatan adalah 7 hari, terhitung dari 23-28 Desember 2018.

Tim Unit Respon Bencana Mandiri Amal Insani sudah turun dilokasi tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan sejak Selasa, 25 Desember 2018. Tim yang terdiri dari 3 orang tersebut memiliki program seperti membuat Pos Bantuan Logistik dan membantu pengungsi yang berada di pegunungan.

“Selain itu kami bersama warga sekitar membersihkan puing dan sampah pasca tsunami, distribusi selimut, terpal, kebutuhan bayi, sembako, perlengkapan dan masak yang telah hilang akibat tsunami,” terang Deni Kurniawan, koordinator Unit Respon Bencana MAI Foundation untuk wilayah Lampung Selatan.

RELATED ARTIKEL