MAI Gelar Gerakan Santri Menulis di Pontren Babussalam Pekanbaru

Gerakan Santri Menulis, Dakwah Bil Qolam, maifoundationPekanbaru – Mandiri Amal Insani (MAI) menggelar workshop bertajuk Gerakan Santri Menulis (GSM) di Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Sabtu (25/3/2017). Diikuti 200 santri, GSM menghadirkan penulis Pipiet Senja dan praktisi media Asep Syamsul M. Romli (Kang Romel) untuk memberi bekal pengetahuan dan keterampilan seputar menulis, jurnalistik dasar, dan blogging.

Pelatihan dimulai Pukul 08.00 dengan materi pertama seputar teknik menulis secara umum, khususnya menulis cerpen dan esai, disampaikan Pipiet Senja.

Teh Pipiet -panggilannya- sepekan sebelumnya sudah memberikan tugas kepada para santri untuk menulis cerpen atau esai. Tulisan para santri kemudian diseleksi, diedit, dan dikompilasi dalam sebuah buku.

Tulisan para santri Pesantren Babussalam Pekanbaru akan digabungkan dengan tulisan para santri Pesantren Ash Shohwah Al Islamiyah, Lombok Barat, NTB, yang para santrinya juga mendapat pelatihan dalam GSM tiga pekan sebelumnya.

Materi kedua disampaikan Kang Romel. Ia menyampaikan materi berupa jurnalistik dasar (teknik menulis berita) dan blogging. Kang Romel mendorong para santri mewarisi budaya menulis para ulama yang melahirkan banyak kitab kuning atau buku yang kini menjadi sumber ilmu yang didalami para santri di pesantren-pesantren.

Peserta dibimbing langsung dalam penulisan berita, pemahaman dunia blogging, diakhiri dengan praktik membuat blog dan mengisinya di Laboratorium Komputer Babussalam Pontianak yang sudah dilengkapi koneksi internet.

Dalam sambutannya, Pengurus MAI Pusat, Mangatas Simanjuntak, menjelaskan misi GSM sebagai upaya MAI membudayakan menulis di kalangan para santri dan melaksanakan dakwah melalui tulisan (dakwah bil qolam).

Pihak Pesantren Babussalam yang diwakili Kepala SMA Babussalam Imran Effendy Hasibuan, mengharapkan para santri didiknya dapat menyerap ilmu menulis dari para narasumber dan mempraktikkannya dengan baik.

Pelatihan berakhir pukul 16.00 WIB. Gerakan Santri Menulis di Pesantren Babussalam Pekanbaru ini merupakan yang kedua, setelah di Pesantren Ash Shohwah Lombok. GSM MAI dijadwalkan berlanjut di pesantren-pesantren lainnya.

 

RELATED ARTIKEL