Learning Camp 2018 MAI Foundation Ditutup Dengan Meriah

 

MAINews, Bandung – Learning Camp (LC) 2018 yang telah dilaksanakan selama 27 hari akhirnya berakhir. Penutupan Learning Camp 2018 dilakukan di Aula Bale Pasundan Bank Mandiri Kanwil VI Jawa Barat pada Minggu, (6/5/2018). Dihadiri oleh para pembina, alumni LC, Manager MAI Kanwil VI Jawa Barat dan 60 orang peserta terpilih.

Learning Camp (LC) adalah program bimbingan belajar bagi siswa/I SMA/SMK yang akan melanjutkan kuliah ke universitas negeri di Indonesia melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negara (SBMPTN). Peserta yang lolos akan diasramakan dan mendapat bimbingan belajar khusus dari para mentor.

LC dimulai mulai Kamis, 1 Februari 2018, dengan melakukan sosialisasi program melalui penempelan poster dan famplet ke sekolah-sekolah dan media sosial. Dari 676 pendaftar, 412 mengirimkan berkas kemudian dilakukan seleksi administrastif dengan 264 siswa yang lolos. Seleksi akademik ada 132 siswa yang lolos berdasarkan nilai tertinggi dan yang melewati tahap wawancara. Lantas, terpilihlah 60 siswa yang berhak mendapat pembelajaran di LC.

Mewakili MAI Foundation, R. Achmad Qodratu S.Q berpesan agar generasi pejuang Islam harus kuat dan tangguh. Adanya program ini, semoga peserta terpilih menjadi penerus para pejuang Islam di masa yang akan datang.

“Dari program ini, adik-adik melakukan perubahan besar dalam hidup, melakukan perubahan dari dirinya sendiri,” ujar Qodrat.

Proses pembinaan di LC melingkupi 2 tahap pembinaan. Diantaranya ada pembinaan akademik dan pembinaan asrama. Pembinaan akademik berfokus pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan nilai akademik dari seluruh peserta. Ada kelas regular 3 sesi dalam 1 hari. Try out rutin setiap hari. Special Class setiap hari dan simulasi SBMPTN untuk mempersiapkan peserta LC menghadapi SBMPTN.

Adapun pembinaan asrama terdiri dari pembiasaan ibadah. Mulai bangun jam 3 pagi melakukan shalat tahajjud berjamaah, shalat wajib berjamaah, shalat dhuha, shaum sunnah, dll. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan tahfidz yang dipisahkan sesuai levelnya yaitu tahfidz dan tahsin Al Quran. Pembinaan kedisiplinan dan kemandirian ini agar peserta LC bisa mandiri.

“Semoga program ini dapat hadir kembali di tahun berikutnya. Dan terima kasih kepada seluruh donatur MAI dan seluruh pihak yang telah membimbing dan mendidik kami selama di asrama,” ungkap Devi Febriani, salah satu peserta LC.

Acara penutupan LC berlangsung meriah. Hiburan-hiburan seperti pembacaan puisi, pembacaan puisi berantai, LC Voice dll dipersembahkan oleh peserta.

RELATED ARTIKEL