Kisah Sopy Sopyani, The Best Duta Zakat MAI Foundation pada Ramadhan 1438 H

duta zakat terbaik

 

Menjadi salah satu Duta Zakat Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation pada Ramadhan 1438 H, Sopy Sopyani telah mengalami berbagai macam pengalaman syiar zakat. Sopy yang ditugaskan di Gedung Plaza Mandiri itu awalnya merasa seperti membawa beban psikis yang cukup berat karena ia memiliki pengalaman magang yang nihil namun mengemban target yang besar. Hingga di minggu kedua, ia sempat merasakan posisi down dan mengguncang mentalnya. Apa yang ia bayangkan ternyata tak semudah di lapangan. Sopy mendapat penghimpunan di bawah dugaan dia.

“Kayaknya saya yang pertama kali deh, rekor penghimpunan ZISWAF terkecil di Plaza Mandiri,” keluhnya saat itu.

Namun gadis itu tidak pantang aral. Ia tetap syiar dan menikmati berbagai respon karyawan dengan berbagai macam tipe. Menurut Sopy, ada yang cuek tapi ternyata ramah ketika disapa, ada yang dikira punya prospek donasi tinggi namun ternyata tidak, ada yang berdonasi karena disapa dan senyum terus, bahkan ada yang hanya menumpang duduk sambil menunggu waktu shalat. Saking terfokus pada syiarnya, Sopy pernah lupa pulang dengan memakai sandal jepit bertuliskan ‘masjid’ berwarna orange.

Namun semua beban dan duka itu tergantikan manakala gadis yang sedang menyelesaikan studinya di STEI SEBI itu mencapai hasil yang memuaskan. Atas kiprahnya itu, ia pun dinobatkan menjadi Duta Zakat Terbaik oleh MAI Foundation.

“Alhamdulillah, Allah telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mendapat amanah sebagai Relawan Gerai Terbaik. Mendapat gelar tersebut, bukan berarti saya lebih baik dari temen relawan lainnya. Gelar hanya sebatas penilaian dari manusia saja, yang terpenting adalah penilaian dari Allah,” ujar Sopy

Ketika ditanya momen apa yang paling berkesan, Sopy menyebutkan satu peristiwa di mana ada seorang ibu yang kemudian ber-ZISWAF lantaran setiap bertemu dengannya, Sopy selalu melontarkan senyuman.

“Senang karena bisa menjadi saksi kedermawanan para aghniyya yang sedang berlomba-lomba dalam kebaikan, menjadi saksi rasa haru dari muzakki saat didoakan hanya dengan doa sederhana semampu kita,” ungkap Sopy.

Satu yang menjadi catatan, menurut Sopy, bahwa kita memang mengajak orang lain untuk menunaikam hak Allah atas harta mereka, tapi jangan lupa bahwa terlebih dahulu kita tunaikan hak kita kepada Allah.

“Menjadi amil (duta zakat) bukanlah perkara yang mudah dilaksanakan hanya sekadarnya saja, perlu pemahaman dan ilmu yang memadai agar dapat menyentuh hati muzzaki dengan izin Allah,” pungkas Sopy. (MAI Foundation/Riana)

 

 

RELATED ARTIKEL