Kejadian Alam Bagian Tanda Kebesaran Allah SWT

tanda kiamat sudah dekat, tanda kebesaran allah

 

KEJADIAN ALAM BAGIAN TANDA KEBESARAN ALLAH SWT

Oleh : Dr. M. Yusuf Siddik, MA

 

Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (٣٧) فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لا يَسْأَمُونَ (٣٨) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٣٩(

Artinya: “Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, yang telah menciptakan keempat tanda-tanda tersebut, jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah. Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu senantiasa bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu. Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Fussilat : 37-39)

Baru saja, di Indonesia, kita menyaksikan fenomena alam yang langka, bahkan ada yang menyebutnya hanya terjadi setiap 150-an tahun. Fenomena Super Blue Blood Moon adalah salah satu bentuk gerhana bulan yang kemerah-merahan dan diawali dengan warna biru, di mana bumi persis berada diantara Matahari dan Bulan. Fenomena ini telah diprediksi oleh manusia jauh-jauh hari. Ini menunjukkan, bahwa Allah SWT mengatur alam ini dengan aturan yang akurat, mampu dihitung oleh manusia, dan tidak meleset sedikitpun.

Kejadian tersebut bagi yang beriman kepada Allah SWT, justru memperkuat keimanannya, betapa Allah SWT Maha Berkuasa, apa yang diperlihatkan kepada kita baru segelintir dari kekuasaan Allah SWT. Jika kita mendalami ilmu antariksa, betapa banyak planet-planet di luar angkasa yang bergerak dengan sangat cepatnya, matahari dan bulan hanya sebagian yang mampu kita lihat, yang kebetulan bergerak di sekitar bumi yang dijadikan oleh Allah SWT sebagai tanda pergantian siang dan malam.

Allah Maha Mampu menjadikan alam ini gelap selama-lamanya, dan Maha Mampu menjadikannya siang secara terus menerus. Namun itu tidak terjadi demikian, karena Allah SWT Maha Penyayang, menjadikan siang dan malam datang secara bergantian, karena manusia membutuhkan keduanya, malam sebagai waktu istirahat dan siang sebagai waktu bekerja dan mencari nafkah. Jika alam ini berlangsung monoton tanpa pergantian siang dan malam, maka akan terasa membosankan, kita tidak mampu menentukan batasan waktu, tidak ada masa di mana kita bisa istirahat dan merasakan nikmat gelapnya malam, serta tidak ada waktu fisik kita berevolusi memperbaiki diri, agar fisik kita kembali pulih seperti semula.

Allah SWT berfirman: Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. An-Naml: 86). Allah juga berfirman: “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. (QS. Al-Mu’min : 61).

Tidak hanya sebatas itu, Allah juga menjadikan hujan yang selalu membasahi bumi, sehingga menjadikannya selalu subur, menumbuhkan tanaman dan bahan makanan yang dibutuhkan oleh semua makhluk, tidak hanya manusia, namun jika hewan-hewan, apakah kita menyadari itu? Masihkah kita melupakan-Nya? Akankah kita melanggar aturan-Nya, di saat kita menyadari betapa banyak kebaikan dan nikmat-Nya yang telah diberikan kepada kita? Segala puji bagi Allah, Yang Memelihara dan Mengatur seluruh alam ini. (QS. Al Fatihah : 2).

 

 

RELATED ARTIKEL