Keistimewaan Hari Jumat

 

Keistimewaan Hari Jumat

Oleh: Ustadz Fahruroji, MA

Hari Jumat disebut juga sebagai sayyidul ayyam yang artinya tuannya hari, maksudnya adalah hari Jumat merupakan hari yang lebih utama dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Pada hari Jumat, umat Islam banyak mendapatkan keistimewaan yang dikaruniakan Allah SWT di antaranya adalah:

Pertama, pelaksanaan ibadah shalat jumat yang selain sebagai ibadah mahdah, juga sebagai forum introspeksi, memperkuat keimanan kepada Allah dan selalu bertaqwa kepada-Nya yang tercermin di dalam khutbah Jumat, forum untuk meningkatkan dan memperkuat tali silaturahim antar sesama umat Islam tanpa memandang pangkat, kedudukan, kaya miskin, dan status sosial lainnya, serta forum untuk selalu mengingat cara yang tepat meraih  keberuntungan.

Allah berfirman dalam QS al-Jumu’ah: 9-10: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Ayat ini menjelaskan kepada kita bagaimana menjalani kehidupan yang akan memberikan keberuntungan materil dan spirituil, keselamatan serta kebahagiaan di dunia dan akhirat, yaitu dengan menyeimbangkan antara hubungan dengan Allah SWT dengan memenuhi kewajibannya dan menjalani kehidupan sosialnya.

Kedua, keistimewaan hari jumat lainnya dapat kita ketahui dari sabda Rasulullah SAW yang artinya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim no. 854)

Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa hari Jumat merupakan hari pertama kali manusia diciptakan, karenanya hendaknya hari Jumat dijadikan sebagai momen untuk mengingat tujuan penciptaan manusia yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT dan sebagai khalifah Allah di muka bumi. Dengan demikian, kita akan terus termotivasi untuk banyak beribadah dan sungguh-sungguh melaksakanakan tugas kekhalifahan yaitu memakmurkan kehidupan di dunia ini.

Ketiga, pada hari Jumat terdapat waktu mustajab atau terkabulnya doa. Rasulullah AW bersabda:“Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu.” (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah – setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu – mengatakan: “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

Keempat, siapa saja yang membaca surat al-Kahfi pada malam atau hari Jumat akan dikaruniai cahaya, sebagaimana hadis Rasulullah bahwa: “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi) Dan hadis lainnya: “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi)

 

 

 

 

 

RELATED ARTIKEL