Keistimewaan Bulan Muharram Bahkan Disebut Sebagai Bulan Allah

Tahukah Sahabat MAI mengapa bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang istimewa? Ternyata ada banyak alasannya, 3 di antaranya sebagai berikut:

1. Salah 1 Bulan Haram (Suci)

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)

Kenapa sih disebut bulan haram? Karena bulan ini amat dimuliakan masyarakat Arab, sejak zaman jahiliyah sampai zaman Islam. Pada bulan-bulan haram ini tidak diperbolehkan adanya peperangan atau konflik pertumpahan darah. Jadi, hormati bulan haram dengan menjauhi konflik dengan orang-orang di sekitar kita yaa.

2. Mendapat sebutan ‘Bulan Allah’ / Syahrullah

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)

As-Suyuthi mengatakan, Dinamakan syahrullah –sementara bulan yang lain tidak mendapat gelar ini– karena nama bulan Muharram ini merupakan nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Nah, orang jahiliyah zaman dulu menyebut bulan Muharram ini dengan nama Shafar Awwal.

Kemudian ketika Islam datang, Allah mengganti nama bulan ini dengan Al-Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah). (Syarh Suyuthi ‘Ala shahih Muslim, 3:252)

Bulan ini juga sering dinamakan: Syahrullah Al Asham (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian, karena sangat terhormatnya bulan ini (Lathaif al-Ma’arif, Hal. 34). karena itu, tidak boleh ada sedikitpun friksi dan konflik di bulan ini.

3. Terdapat hari Asyura

Ada satu hari yang sangat dimuliakan oleh para umat beragama di bulan Muharram ini, bukan hanya oleh umat Islam.

Yakni hari Asyura’. Orang Yahudi memuliakan hari ini, karena hari Asyura’ adalah hari kemenangan Musa bersama Bani Israil dari penjajahan Fir’aun dan bala tentaranya. Simak hadits berikut:

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)

Demikianlah beberapa keutamaan dari bulan Muharram, semoga dengan mengetahuinya makin memotivasi kita untuk memperbanyak amal shalih dan amal ibadah.

RELATED ARTIKEL