Jambore Keluarga Migran Indonesia 2018 Resmi Dibuka Menteri Tenaga Kerja

 

Jambore Keluarga Migran Indonesia 2018

 

MAINews, Yogyakarta – Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, menghadiri acara Sarasehan Nasional Jambore Keluarga Migran Indonesia 2018 yang diselenggarakan oleh Keluarga Migran Indonesia (KAMI), di Sleman, Yogyakarta pada Minggu, (04/2/2018). Acara yang bertajuk Menggagas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dari Hulu itu dihadiri oleh para peserta kebanyakan datang dari Jawa Tengah seperti dari Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Sragen, dan Brebes. Dari Jawa Timur seperti dari Banyuwangi, Jember, Ponorogo, Malang, Ngawi. Mereka berasal dari pelaku imigrasi, pemangku kepentingan, pegiat buruh migran dan masyarakat umum. Jambore akan dihelat hingga hari Senin, (5/2). Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, yang didampingi Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka jambore secara simbolis dengan pemukulan gong dan penanaman pohon.

Tujuan jambore ini diantaranya tersusunnya rekomendasi bersama untuk aturan turunan UU No.18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah disyahkan oleh DPR RI dalam rapat paripurna pada 25 Oktober 2017. Ini merupakan bagian dari ikhtiar perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan PMI. Kemudian adanya model pemberdayaan untuk PMI dan anggota keluarganya lintas stakholder, multi jaringan, pasca mereka tidak lagi menjadi pekerja migran.

Menteri Ketenagakerjaan menilai kegiatan itu bisa dimanfaatkan untuk membangun jejaring bagi mantan Pekerja Buruh Migran yang ingin berdaya di negeri sendiri. Sebab di acara ini dimanfaatkan oleh banyak mantan pekerja migran yang ingin berbagi pengalaman pasca kembali ke Indonesia. Mereka yang tergabung ke dalam komunitas atau UMKM memajang produk-produk. Dan bagi yang ingin memulai usaha itu menjadikan ajang tersebut untuk pencarian ide dan membangun jaringan. Selain itu, terdapatnya kelas-kelas bimbingan seperti kelas advokasi, kelas pemberdayaan, kelas kerajinan tangan dan kelas parenting ini bisa menjadi pilihan dalam mengembangkan potensi dan minat yang dimiliki masing-masing.

Ketua Panitia Jambore Keluarga Migran Indonesia Nursalim mengatakan, awalnya peserta yang hadir sebanyak 853 orang. Namun siangnya bertambah hingga mencapai 1.300 peserta. Mereka datang dari seluruh Indonesia, seperti Jateng, DIY, Jabar, Jatim, Kalimantan, NTB, Lampung.

”Bahkan ada peserta dari diaspora Indonesia Chinese, Diaspora Singapura, Inggris dan Malaysia,” ungkapnya.

Seperti yang dirasakan oleh Uripah (44 tahun). Wanita yang pernah bekerja di Saudi Arabia selama 3 tahun, Kuwait selama 3 tahun dan Abu Dhabi 3 tahun saat ini bekerja sebagai guru PAUD di tempat tinggalnya. Ia pun sesekali menerima pesanan kue basah, kue lebaran dan kuliner lainnya.

“Saya ikut jambore biar bisnis kue saya berkembang. Bangun jaringan juga. Saya mau belajar pemasaran biar makin meluas,” ujarnya. (MAIFoundation/Riana)

 

RELATED ARTIKEL