Inilah 3 Alasan Pentingnya Sifat Amanah

Terbayang yaa betapa mengerikannya seseorang yang tidak memiliki sifat amanah? Ketika dititipkan suatu barang untuk orang lain, bisa saja malah dipergunakan untuk kepentingannya sendiri. Ketika dititipkan suatu jabatan, malah digunakan untuk keperluan pribadi.

Dalam buku Tiga Kunci Fundraising, Abdul Ghofur, Direktur MAI Foundation, menyebutkan bahwa kata amanah memiliki akar kata yang sama dengan iman atau aman sehingga mukmin berarti yang beriman, yang mendatangkan keamanan, yang memberi dan menerima amanah, Orang yang beriman disebut juga al-mukmin, karena orang yang beriman menerima rasa aman, iman dan amanah.

Bila orang tidak menjalankan amanah berarti tidak beriman dan tidak akan memberikan rasa aman baik untuk dirinya maupun sesame masyarakat di lingkungan sosialnya. Dalam sebuah hadits dinyatakan, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak berlaku amanah.”

Beberapa ulama, salah seorang di antaranya adalah Syaikh As-Sa’di rahimahullah, mengatakan, “Amanah adalah segala sesuatu yang diemban oleh seseorang yang diperintahkan untuk ditunaikan.”

Ulama lainnya seperti Ibnu Katsir Rahimahullah mengungkapkan hal yang sama, “Menunaikan amanah yang dimaksudkan adalah umum mencakup segala yang diwajibkan pada seorang hamba, baik hak Allah atau hak sesama manusia.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4: 124)

Abdul Ghofur berpendapat seseorang yang bisa dikategorikan memiliki sifat amanah antara lain memiliki kriteria antara lain sebagai berikut:
1. Memiliki kompetensi sesuai dengan tanggungjawabnya
Dengan kata lain, orang yang tidak memiliki kompetensi sebaiknya tidak dititipkan amanah/ kepercayaan yang justru memberi kesempatan untuk terjadinya pengkhianatan amanah.
2. Disiplin
3. Jujur dalam bertindak, berperilaku, dan bersikap
4. Lapang dada menerima masukan dan koreksian
5. Memiliki integritas
Jadi, sudahkah kita memiliki sifat amanah? Mari sama-sama memperbaiki diri. (SH)

RELATED ARTIKEL