Fase Kehidupan Manusia & Pernak-Perniknya

                                                  Sumber: https://asmari2.blogspot.com/

Setiap kehidupan manusia terdiri dari beberapa fase kehidupan, mulai dari fase anak-anak hingga fase lansia. Setiap fase kehidupan itu akan kita hadapi jika Allah mengizinkan. Fase itu adalah keharusan bagi kehidupan manusia. Kita semua pasti merasakan fase kehidupan sebagai anak-anak, remaja, dewasa, dan usia tua. Itulah fase kehidupan manusia yang hanya terjadi sekali dalam hidup manusia. Seorang manusia hanya boleh menikmati satu fase anak-anak, satu fase remaja, satu fase dewasa, dan satu fase usia tua. Semua fase itu tidak akan dimiliki manusia lebih dari satu kali dalam kehidupannya

Bahkan, belum tentu seorang manusia akan mampu sampai pada satu fase tertentu. Bisa saja seorang manusia hanya mampu sampai pada fase remaja saja, kemudian Allah ambil nafas dari hidupnya dan otomatis fase kehidupannya berakhir. Maka jika kita sedang berada dalam sebuah fase kehidupan nikmatilah, karena belum tentu semua manusia dapat mendapatkan anugerah untuk menikmati fase kehidupan itu. Bisa saja seorang manusia hanya mampu menikmati fase kehidupan orang dewasa saja, bahkan mungkin hanya pada fase kehidupan anak-anak.

Allah menciptakan manusia lain dalam kehidupan ini untuk melengkapi setiap fase kehidupan kita. Manusia yang Allah tentukan masuk dalam setiap fase kehidupan tidak serta merta masuk begitu saja dalam kehidupan. Mereka yang masuk dalam kehidupan manusia adalah mereka yang sudah Allah tentukan dalam kehidupannya dan merupakan orang terbaik menurut Allah untuk menemani langkah kehidupan manusia tersebut. Selain itu, orang yang masuk dalam kehidupan seorang manusia adalah mereka yang kita izinkan masuk dalam kehidupannya dan datang dari efek setiap perbuatan dan perkataan manusia tersebut.

Setiap fase kehidupan kita pasti Allah lengkapi dengan setiap masalah sesuai dengan fase kehidupan manusia. Namun, ketika Allah akan memberikan masalah dalam fase kehidupan manusia Allah mengukur terlebih dahulu, apakah manusia tersebut mampu atau tidak untuk mengemban masalah hidup tersebut. Ketika masalah itu datang dalam kehidupan, maka sudah Allah pastikan bahwa manusia tersebut mampu untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupannya. Karena masalah dalam kehidupan manusia akan disesuaikan dengan fase kehidupannya.

Tidak akan sama masalah pada fase kehidupan anak-anak dengan masalah pada fase kehidupan remaja, dewasa, bahkan usia tua. Pada fase kehidupan anak-anak mungkin kita hanya dipermasalahkan dengan kondisi kenakalan anak-anak biasa saja, seperti berkelahi karena berebut mainan atau jatuh karena lomba lari dengan teman atau dimarahi oleh ayah dan ibu karena tidak mau mengaji. Namun masalah kehidupan di fase remaja akan sedikit berbeda, kita akan menemukan adanya gejolak rasa pada lawan jenis dan bingung bagaimana menyalurkannya. Hingga jika kita tidak pandai mengatur masalah ini kita ditakut-takuti oleh kehancuran dalam pergaulan.

Banyak yang mengatakan fase kehidupan remaja ini adalah fase kehidupan yang paling menantang dan paling membahagiakan, namun ada yang mengatakan pada fase kehidupan ini adalah fase yang membosankan bahkan menyeramkan. Hal ini karena banyak manusia menjalani kehidupan dari satu sudut pandang saja, ketika dia fokus pada hal-hal yang menyeramkan maka dipikirannya hanyalah hal-hal yang menyeramkan saja bahkan sampai pada mengutuk diri sendiri dan menjauhi lingkungan kehidupan. Menarik diri dari masalah pada setiap fase kehidupan bukan solusi yang baik, karena ketika kita menarik diri dari setiap fase kehidupan sesungguhnya kita sedang menuju kepada masalah lain yang lebih kompleks.

Ketika kita menarik diri dari masalah kehidupan, sesungguhnya kita sedang berjalan menuju kepada masalah kehidupan yang lainnya yang bahkan lebih kompleks dan lebih rumit. Jadi jalan satu-satunya untuk meniti setiap fase kehidupan dengan baik adalah kita hadapi saja apa yang sudah Allah takdirkan terjadi dalam kehidupan kita. Jangan berputus asa dan jangan pernah mundur satu langkahpun ke belakang. Karena jika kita mundur maka sesungguhnya kita akan bertemu kembali dengan masalah yang sama.

Maka apapun masalah yang datang, hadapilah. Apapun yang terjadi, nikmatilah. Pada fase mana kita saat ini, maka hadapilah dan nikmatilah. Karena tidak semua manusia mampu menikmati setiap fase kehidupan yang saat ini sedang kita jalani. Mungkin kehidupan kita saat ini adalah kehidupan yang sangat dirindukan oleh orang lain. Hidup ini begitu singkat maka jangan kita bebankan dengan semua beban kehidupan. Lepaskan semua beban yang memberatkan pikiran dan hidupmu. Beban itu tidak berhak merampas waktu hidupmu untuk dapat bahagia. (yas/hal).

RELATED ARTIKEL