Buku Puisi Guruku Tersayang, Bukti Nyata Prestasi Anak Didik MAI Foundation 

 

kumpulan puisi

MAINews, Borobudur – Pendampingan yang dilakukan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation atas sekolah-sekolah binaanya tidak hanya berkutat pada pembangunan insfrastruktruk saja. Akan tetapi, MAI juga mendampingi manajemen sekolah, guru-guru, orang tua hingga instansi pemangku kepentingan. Semua dilakukan semata-mata karena keinginan MAI untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui Program Pendidikan Tuntas Pendidikan Berkualitas.

Para siswa sudah menampakkan minat dan peningkatan pendidikannya. Salah satunya adalah dengan ditandai oleh terbitnya buku kumpulan puisi ‘Guruku Tersayang’ yang diresmikan pada acara Public Training, Launching Buku dan Talkshow dengan tema “Sekolah Tuntas Sekolah Berkualitas” yang dihadiri sekitar 462 peserta di Gedung KPRI Sinar Dwija Borobudur Jalan Balaputra Dewa Km1 Brojonalan Magelang, Minggu, (7/1/2018).

Puisi-puisi yang termaktub dalam Kumpulan Puisi ‘Guruku Sayang’ adalah hasil dari peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November. Kedua sekolah binaan MAI yakni MI Al Bayan Mandiri Bogor dan MI Ma’arif Kenalan Borobudur memperingatinya dengan penulisan puisi cinta dari siswa kepada gurunya sebagai bentuk budaya pembinaan karakter menghargai guru.

Mewakili MI Al Bayan Mandiri, Apriliyani Fadilla (20) mengaku bangga karena buku kumpulan puisi ‘Guruku Tersayang’ bisa membawa nama Al Bayan Mandiri ke kancah nusantara. Apalagi melihat anak didiknya menulis puisi dan puisinya dibukukan serta dipublikasi

“Semoga mudah-mudahan, sekolah binaan Mandiri Amal Insani bisa mencetak lulusan yang bagus dan berkualitas,” harap Dilla.

Abdul Ghofur selaku Direktur MAI Foundation menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak kualitas pendidikan. Anak didiknya berkualitas, ketika gurunya pun berkualitas. Adanya kesinambungan dan simbiosis antara guru dan murid menjadikan proses mengajar dan belajar menjadi lebih menarik dan semangat.

“Kumpulan Puisi Guruku Tersayang bisa menjadi potret bagaimana kesan-kesan anak didik terhadap guru-gurunya,” pungkas Ghofur.

Acara pun menghadirkan konsultan pendidikan nasional, Zainal Umuri yang memberikan pelatihan tentang  Guru Bahagia, Personal Mastery. Dilanjutkan dengan Talkshow dengan tema “Menulis itu Mudah” yang menghadirkan Pipiet Senja (penulis dan coach kepenulisan), Nisaul Fadlilah (penulis cerpen “Ketika”, juara nasional menulis dan juara 1 story telling Kota Bogor), siswa dan guru sekolah binaan Mandiri Amal Insani Foundation (MI Al Bayan Mandiri dan SD Muhammadiyah Candirejo), dengan host Putri Pariwisata kota Depok, 1st Hijab Hunt 2016 dan mahasiswa berprestasi Universitas Indonesia, Putri Ardila Mounda.

RELATED ARTIKEL