Bagaimana Etika Dalam Bersedekah?

Sedekah merupakan salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Begitupun Rasulullah, beliau adalah orang yang gemar bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Setidaknya sedekah memiliki dua efek utama dalam kehidupan seseorang. Pertama, sedekah sebagai sarana mendekatkan diri pada sang Pencipta. Sedekah diasosiasikan dari wujud syukur seorang hamba yang telah diberi kenikmatan oleh Tuhannya. Kedua, sedekah sebagai sarana kedekatan interaksi sosial dalam bermasyarakat. Tidak bisa dipungkiri, orang yang gemar bersedekah cenderung lebih dihargai dalam pergaulan. Selain itu, sedekah tersebut juga membantu orang yang menerimanya dalam berbagai aktifitas kehidupan.

Allah juga menerangkan bahwa orang yang senang bersedekah akan dilipatgandakan pahalanya. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18). Sedekah memiliki efek lain sebagai pemerataan ekonomi, artinya agar harta tidak hanya berputar diantara orang kaya saja. Namun hendaknya juga bisa terdistribusi kepada yang membutuhkan.

Dibalik beragam keutamaan bagi orang yang bersedekah, Islam juga mengatur bagaimana etika seorang muslim saat dia menyedekahkan hartanya. Berikut adalah beberapa etika dalam bersedekah :

1. Tidak Menyebut dan Menyakiti Hati Orang yang Menerimanya

Ini adalah salah satu etika utama dalam bersedekah. Terkadang seseorang merasa senang dan bangga terhadap pemberiannya pada orang lain. Bahkan sampai menyebut dan mengungkit pemberiannya dimasa lalu pada orang lain. Secara tidak langsung tentu itu akan menyakiti hati penerimanya. Maka ini tidak hanya salah dalam etika, namun hal ini juga dapat merusak pahala sedekah seseorang. Allah berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (persaan penerima).” (Q.S. al-Baqarah: 264).

2. Bersedekah pada Orang Terdekat

Dalam bersedekah kita juga dianjurkan untuk memberikan harga pada orang terdekat, maksudnya terdekat dari sisi pertalian darah. Maka Islam menganjurkan sedekah kepada keluarga, karib kerabat yang membutuhkan, baru kemudian pada orang miskin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad). Dari hadits ini kita bisa lebih memahami bahwa sedekah kepada anggota keluarga dan karib kerabat memiliki keutamaan yang besar. Selain diberi pahala dari sedekahnya, ia juga mendapat ganjaran dari berkah silaturahminya.

3. Bersedekah dengan Harta Terbaik

Dalam bersedekah, sangat dianjurkan agar memberikan harta terbaik kita. Ini menandakan bahwa manusia sebagai makhluk tidak merasa keberatan ketika harta terbaiknya hilang, namun akan merasa sedih tatkala kehilangan kecintaan dari Allah. Sedekah dengan harta terbaik juga memiliki makna pengorbanan dari seorang hamba. Ini membuktikan bahwa ia lebih mencintai Allah dan orang yang diberinya, daripada kecintaan pada dirinya sendiri.

Allah subhana wa ta’ala berfirman, “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan tentang hal itu, sungguh Allah Maha Mengetahui.” (Q.S. Ali-Imran: 92). Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang telah berkorban di jalan-Nya.

4. Bersedekah secara Sembunyi-Sembunyi

Salah satu bentuk etika terbaik dalam sedekah adalah dengan melakukannya secara diam-diam. Kita tidak bisa memungkiri bahwa manusia memiliki sifat ingin dilihat dan diakui orang. Dengan melakukan sedekah secara tersembunyi, ini dapat meminimalisir penyakit hati yang muncul saat akan bersedekah.

Allah berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS Al-Baqarah : 271)

Demikianlah beberapa adab dan etika dalam bersedekah. Tentu masih banyak etika lainnya yang harus dilakukan seorang muslim dalam menyedekahkan hartanya. Namun yang terpenting adalah kekonsistenan seorang hamba dalam menyalurkan hartanya sebagai sarana mencari keridhoan Allah. Wallahu a’lam bish-shawab. (zil/hal).

Form Konsultasi

RELATED ARTIKEL