Anggota Tubuh Akan Menjadi Saksi Perbuatan Kita

Manusia boleh saja berbohong, memutar lidahnya untuk menyembunyikan atau menyamarkan perbuatan buruknya di dunia. Kejahatan-kejahatan yang dilakukannya dengan bersilat lidah, terkadang malah menjadikannya seolah-olah manusia terbaik di seluruh dunia. Hal ini sebagaimana dilakukan orang-orang munafik, yang disinggung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Firman-Nya :

Surat Al Baqarah ayat 11-12Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. Al Baqoroh : 11-12).

Orang-orang munafik melakukan perbuatan merusak Islam dengan perkataan dan amalnya, lalu mereka sebut perbuatan tersebut sebagai pembaharuan Islam atau istilah-istilah lainnya yang dikesankan itu adalah perbaikan, namun sejatinya hal tersebut merukan kerusakan.

Namun pada waktu di akhirat, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengunci mulut-mulut mereka. Lantas ketika mulut dikunci, siapa yang akan menjadi saksi atas perbuatannya sewaktu di dunia yang menjadi saksi adalah anggota tubuh mereka sendiri yang menyaksikan dan melakukan perbuatan tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang kondisi tersebut :

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi keSurat Yasin ayat 65saksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan (QS. Yasin: 65).

Imam Ahmad dalam al-Musnad (no. 17374 –cet. Ar Risalah) meriwayatkan dari ‘Uqbahn bin ‘Aamir rodhiyallahu anhu bahwa beliau mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda :

Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang pertama kali berbicara pada waktu mulut dikunci adalah paha kaki kirinya.

Asy-Syaikh Syu’aib Arnauth menilai hadits ini :

Hasan lighoirihi, selain lafadz “kaki kiri”, sanad hadits ini dhoif karena mubhamnnya perowi yang meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Aamir rodhiyallahu anhu.

Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ibrohim yang dikenal dengan nama al-Khoozin (678 – 741 H) menulis dalam kitab tafsirnya yang berjudul Lubabut Ta’wiil fii Ma’aanit Tanziil tentang ayat diatas, kata beliau :

Makna ayat di atas adalah orang-orang kafir yang mengingkari dan menentang dengan kekafirannya serta mendustakan para Rasul, mereka berkata : ‘demi Allah yang merupakan Rabb kami, bukanlah kami ini orang-orang musyrik, maka Allah mengunci mulut mereka dan membuat anggota tubuh mereka yang bicara, agar mereka tahu bahwa anggota tubuhnya yang selama ini membantu kemaksiatan mereka, kelak menjadi saksi atas perbuatan mereka, dan pengakuan anggota tubuh lebih valid dibandingkan pengakuan lisan.

Asy-Syaikh Syinqithiy dalam kitabnya adwaa’ul Bayaan menyebutkan ayat lain yang semakna dengan ayat diatas :

Telah ada penjelasan bukan pada tempat ini, seperti Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat An Nuur ayat 24 : {pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan} dan surat Fushshilat ayat 20 & 21: {Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan}.

Imam as-Sa’diy dalam Tafsirnya ketika menjelaskan surat Fushilat berkata :

Yakni seluruh anggota tubuh akan menjadi saksi atas perbuatan mereka, setiap anggota tubuh berkata : ‘aku telah melakukan ini dan itu, pada hari ini dan itu’. Dikhususkan tiga anggota tubuh (yaitu penglihatan, pendengaran dan kulit) karena kebanyakan dosa dilakukan oleh tiga anggota tubuh tersebut atau disebabkan oleh mereka.

Imam Thobari menjelaskan maksud kenapa manusia pada waktu itu bertanya kepada kulit mereka : “mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?”. :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan bahwa mereka para musuh Allah, pada waktu dikumpulkan di neraka bertanya kepada kulit mereka, ketika menjadi saksi atas perbuatan mereka di dunia : “mengapa engkau menjadi saksi atas kami, terhadap apa yang telah kami lakukan di dunia?”.

Maka kulit mereka menjawab : “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata”. Allah menyebutkan bahwa anggota tubuh ini (kulit) menjadi saksi atas pemiiliknya ketika dimintai persaksian oleh Allah tentang pemiliknya, yang mana ia menyangkal telah melakukan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah di dunia.

 

RELATED ARTIKEL