Ancaman Bagi Yang Tidak Membayar Zakat

                                                          Sumber: https://www.google.com/

Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam, serta wajib menunaikannya bagi yang mampu. Secara umum zakat terbagi dua, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah wajib dibayarkan pada bulan Ramadhan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah karena sebulan penuh telah berpuasa. Sedangkan zakat mal lebih bersifat umum, yakni menunaikan zakat ketika sudah terpenuhi nisab (nilai minimal wajib zakat) dan haul (harta telah menginap selama setahun) sebesar 2,5%. Zakat sebesar itu diberlakukan untuk harta berupa emas, perak dan hewan ternak.  Berbeda jika zakat pertanian, ukurannya adalah sekali panen antara 5% (jika sumber air berbayar) dan 10% (jika sumber air dari tadah hujan).

Rasulullah bersabda, “Islam itu dibangun diatas lima perkara, yaitu bersyahadat mengesakan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji.” (HR. Muslim). Secara umum hadits diatas menerangkan tentang rukun Islam, salah satunya tentang kewajiban membayar zakat.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam sangat tegas tegurannya terhadap orang yang tidak membayarkan zakat. Bahkan, setelah Rasulullah wafat, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq secara keras memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Ini menunjukkan bahwa menunaikan zakat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar bagi setiap orang yang masuk dalam delapan ashnaf wajib zakat. Berikut adalah ancaman bagi orang yang tidak membayarkan zakat :

  1. Tubuhnya akan Disepuh dengan Lempengan Api Neraka. Orang yang enggan membayar zakat ketika di dunia akan mendapat azab yang pedih, salah satunya disepuh dengan lempengan api neraka. Selain itu organ tubuhnya seperti dahi, rusuk dan punggungnya akan disetrika dengan sepedih-pedihnya. Siksaan itu tidak hanya sekali saja, namun dilakukan berkali-kali hingga lima puluh ribu tahun lamanya. Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak mengeluarkan zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknya lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali dingin akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia melihat tempat kembalinya apakah ke surga atau ke neraka. (HR. Muslim)

  1. Ular Berbisa akan Menarik Tangannya. Di alam akhirat nanti, orang yang tidak menunaikan zakat akan didatangkan kepadanya ular jantan yang berbisa. Lalu ular itu akan menarik kedua tangan orang itu, sembari menerangkan bahwa ular itulah wujud dari harta yang telah ia kumpulkan di dunia. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak membayar zakat yang wajib atasnya, (kelak) di Hari Kiamat akan dimunculkan baginya ular jantan yang memiliki bisa yang sangat banyak. Ular tersebut akan menarik kedua tangan orang itu dan berkata kepadanya, ‘Saya ini adalah harta dan kekayaan yang telah kamu kumpulkan di dunia.” (HR. Al-Bukhari).

  1. Dahi, Lambung dan Punggungnya akan Dibakar. Siksaan yang diterima orang yang enggan membayar zakat, nanti Allah akan membakar dahi, lambung dan punggung mereka dengan emas dan perak yang telah mereka kumpulkan di dunia.

Allah berfirman, “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah: 34-35).

Penjabaran di atas menegaskan bahwa sungguh pedih siksaan orang yang enggan membayar zakat. Tidak akan ada gunanya harta-harta yang telah mereka usahakan dan  kumpulkan di dunia. Semua harta itu justru berubah menjadi makhluk yang akan menyiksa mereka di hari akhir nanti. Wallahu a’lam bish-shawab. (zil/hal).

RELATED ARTIKEL