Amil Goes To Campus Menyambangi Trisakti

MAINews, Jakarta – Sebagai agen perubahan di masa depan, pemahaman dan kesadaran mengenai amil bagi mahasiswa harus ditingkatkan. Untuk itu, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation menggelar acara Amil Goes To Campus di Kampus Trisakti, Jakarta.

Profesi amil secara tekstual terdapat dalam surat At Taubah ayat 60 memiliki peran yang sangat penting dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat, serta dalam usaha melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk tercapainya kesejahteraan dan terbebas dari kemiskinan.

Seperti yang saat ini terjadi pada bencana gempa bumi di Lombok. Lembaga amil zakat dapat membantu peran pemerintah dalam membangun rumah-rumah tahan gempa kepada para korban gempa di Lombok.

Hal yang dapat dilakukan mahasiswa saat ini untuk bisa bermanfaat bagi perekonomian ummat adalah dengan menerapkan 5 fungsi mahasiswa yang diambil titik pointnya menjadi: 1. Sebagai social control yaitu bagaimana mahasiswa mengontrol sosial di tengah masyarakat. Seperti memberi masukan dari masyarakat kepada pemerintah dalam membuat regulasi yang tepat. 2. Sebagai agent of change yaitu agen perubahan. Salah satunya dengan melakukan dan menghadiri acara seminar seperti ini yang dapat menumbuhkan minat dan cita-cita mahasiswa sebagai agen perubahan dalam bidang amil zakat untuk membantu perekonomian ummat.

Melalui Amil Goes To Campus ini, H. Muhammad Fuad Nassar, S.Sos, M.Sc. sebagai Keynote Speech tema Regulasi ZISWAF di Indonesia, Agus Budiyanto membahas Dinamika Pengelolaan ZISWAF & Amil Profesi Profesional, Muhammad Anwar Sani memaparkan tentang Peran Kampus dalam Melahirkan Pegiat ZISWAF, Abdul Ghofur yang memberikan tips dan pengetahuan tentang Fundraising ZISWAF, serta Rizki Okto Priansyah yang membagikan ilmu mengenai Pemberdayaan Masyarakat Melalui ZISWAF, ratusan mahasiswa dibekali ilmu baru.

“Saat menjadi mahasiswa kita harus bisa menjadi agen perubahan dan dapat mengembangkan diri apa yang akan dilakukan di masa mendatang, salah satunya dengan ikut organisasi di kampus seperti BEM, UKM Islam, dan lain-lain. Agar di masa depan dapat menciptakan sebuah yayasan/lembaga yang bermanfaat untuk ummat,” terang Abdul Ghofur dari Mandiri Amal Insani Foundation.

Menjadi amil, setiap kebaikan untuk
ummat yang dilakukan oleh yayasan/lembaga pahalanya pun ikut mengalir kepada orang yang berada di lingkup tersebut. Maka dari itu, masih kata Ghofur, perlu dari saat ini membuat pemikiran bahwa seorang amil adalah profesi yang mulia.

RELATED ARTIKEL