Amalan Anak Kecil Untuk Siapa, Dirinya Sendiri atau Orang Tua?

 

 

Pertanyaan:

Apakah pahala seluruh amalan anak-anak kecil yang belum baligh, seperti shalat, haji, dan membaca al-Quran, akan kembali kepada kedua orangtuanya atau dia juga ikut mendapatkan bagian?

Jawaban:

Pahala amalan anak kecil yang masih belum baligh –yang dimaksud di sini adalah amal shalih– adalah untuk dirinya, bukan untuk orangtuanya atau untuk orang lain. Orangtuanya mendapatkan pahala karena telah mengajarinya, memberikan pengarahan kepadanya untuk mengamalkan kebajikan, serta menolongnya untuk melakukan perbuatan tersebut.

Hal ini berdasarkan riwayat dalam Shahih Muslim, dari Ibnu Abbas, bahwa ada seorang wanita yang menunjukkan anaknya yang masih kecil kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat hijjatul wada`. Wanita itu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah anak kecil ini bisa mendapatkan pahala haji?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, dan karenanya engkau juga mendapatkan pahala.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa pahala haji itu adalah untuk anak kecil tersebut, namun ibunya turut mendapatkan pahala karena ikut berhaji bersamanya. Demikian juga, selain orangtua juga bisa mendapatkan pahala karena kebajikan yang dilakukannya, seperti mengajari anak-anak yatim yang diasuhnya, karib kerabat, pelayan, atau yang lainnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan kebajikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (Hr. Muslim, dalam kitab Shahih-nya)

Alasan lainnya adalah karena perbuatan itu berarti kerjasama dalam melakukan kebajikan dan ketakwaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan memberikan pahala atas perbuatan itu.

Sumber: Fatawa Syekh Bin Baz Jilid 1, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Pustaka at-Tibyan.

 

Form Konsultasi

RELATED ARTIKEL