Aksi Kepedulian MAI Untuk Banjir Tegal

 

MAINews, Tegal – Banjir yang melanda Kabupaten Tegal terus meluas. Bencana tahunan itu sudah merendam belasan desa yang tersebar di lima (5) kecamatan. Kelima kecamatan yang dilanda banjir meliputi Kecamatan Dukuhturi, Adiwerna, Kramat, dan Suradadi. Di Dukuhturi, banjir merendam Desa Kupu, Kepandean, dan Sidakaton. Kecamatan Adiwerna (Desa Tembok Banjaran), Kecamatan Kramat (Desa Padaharja, Mejasem Timur, Kemuning, dan Maribaya), serta Kecamatan Suradadi (Desa Jatibogor dan Sidaharja), serta Kecamatan Warureja.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal menyebut banjir pada musim hujan tahun ini merupakan yang terparah dibanding tahun sebelumnya. Kepala BPBD Kabupaten Tegal Tejdo Kisworo mengatakan, banjir tahun ini lebih parah karena dipengaruhi curah hujan yang cukup tinggi. Hal itu mengakibatkan beberapa daerah yang semula tidak banjir tahun ini terendam.

“Di beberapa titik banjir sudah mulai surut, tapi ada juga yang masih terendam dengan ketinggian bervariasi antara 50 cm sampai satu meter,” kata Tedjo kepada wartawan di sela-sela meinjau banjir di Kecamatan Suradadi, Senin (12/2/2018).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir Tegal, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation Kanwil Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Mandiri Bikers Club Indonesia (MBCI) dan Bank Mandiri Area Tegal AR Hakim menyalurkan sejumlah bantuan bahan pokok berupa beras, mie instan dan air mineral. Bantuan diterima langsung oleh Walikota Tegal, Nursoleh.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Kami mengharapkan bantuan tersebut bisa berkelanjutan,” ungkap Nursoleh.

Aksi kepedulian dilanjutkan pada malam harinya dengan menyebarkan ratusan nasi kotak untuk warga terdampak banjir di Desa Kedung Tukang, Kec. Jatibarang, Kab.Brebes.

Warga berharap, semoga banjir ini tidak meluas. Beberapa warga desa yang hingga kini kerja bakti agar tanggul tidak rubuh, yakni Desa Tengki Kecamatan Brebes karena jika kondisi tanggul ini bedah, maka berpotensi ada puluhan desa bisa terendam.

Berdasarkan pantauan terakhir pada pukul 20.24 beberapa desa yang tadi pagi terendam banjir, mulai surut, namun karena aliran air ke arah yang lebih rendah, maka mulai mengalir ke beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Brebes. Pihak Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa selalu memberikan informasi terbaru kepada warganya, ketika sewaktu-waktu ada perkembangan luapan air sungai atau jebolnya kali pemali termasuk apa yang harus dilakukan warga bila airnya sudah masuk ke pemukiman warga.

 

RELATED ARTIKEL